Tak Terbukti Menipu, Nora Laksono Bebas dari Ancaman Penjara 2 Tahun

share on:
Ny Nora diapit pengacara dan anggota keluarganya setelah divonis bebas murni oleh majelis hakim PN Sleman, Senin (9/11/2020) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Ny Nora Laksono (58) dinyatakan tidak terbukti menipu dan divonis bebas oleh majelis hakim diketuai Rosihan Juhriah Rangkuti SH MH dalam persidangan di PN Sleman, Senin (9/11/2020).

Sebelumnya perempuan asal Semarang itu dituntut hukuman penjara 2 tahun oleh Jaksa Nurul F Damayanti SH, karena melanggar Pasal 378 jo 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Jaksa menyebut, terdakwa melakukan penipuan modus memberikan pinjaman kepada Suhartinah dengan jaminan 11 sertifikat tanah senilai Rp 6 miliar, yang kemudian dikemas menjadi seolah jual beli. Itu terjadi pada Agustus 2011.

Dalam dakwaan jaksa diuraikan, sebelumnya sertifikat-sertifikat tersebut berstatus jaminan atas utang Suhartinah di BRI Cik Di Tiro. Karena terjadi kredit macet, pihak bank akan melakukan lelang. Suhartinah melalui rekannya, Rodiah, dipertemukan dengan terdakwa yang kemudian memberikan pinjaman, sehingga lelang urung dilakukan.

Tapi, lanjut jaksa, kesepakatan utang-piutang itu dikemas menjadi perikatan jual beli di kantor Notaris Tri Agus Heryono. Bunga 2 persen dikemas menjadi sewa menyewa. Hal itu diketahui pada beberapa waktu setelahnya ketika Suhartinah sudah punya uang dan hendak membayar utang, ternyata semua sertifikat sedang dalam proses peralihan hak menjadi milik Albert Yanuar dan Andrew Rahardjo nota bene putra terdakwa. Dari sanalah kasus ini bergulir,berujung ke ranah pidana, karena ada juga 2 sertifikat tanah swah dibikinkan Izin Pemanfaatan Tanah (IPT) dengan memalsukan tanda tangan Suhartinah yang dilakukan oleh Aziz (telah dipidana) pegawai notaris yang bersangkutan.

Berbeda dengan jaksa, majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan dakwaan tidak dapat dibuktikan. Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa dinyatakan tidak terbukti bersalah, sehingga dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum.

Putusan vonis bebas (Vrijspraak) ini tak lepas dari pledoi dari tim pengacara terdakwa terdiri Michael Deo SH, Aryas Adi Suyanto SH MH, H Tri Djoko SH MH, Deddy Solistijono SH, Anggoro Yukhaniawan SH MH dan Sugeng Riyadi SH MH.

“Kami mengapresiasi majelis hakim yang memutus bebas klien kami. Karena memang begitulah adanya sebagaimana pernah kami tuangkan dalam pledoi sesuai fakta persidangan bahwa tak ada bukti penipuan. Jaksa tidak bisa membuktikan unsur-unsur yang didakwakan. Jual beli sah adanya,” tegas Michael, Selasa (10/11/2020) pagi.

Dikutip dari pledoi, yang terjadi sesungguhnya memang jual beli. Uang pembelian sudah diterimakan kepada Suhartinah untuk menebus sertifkat Rp 6 miliar. Kemudian ditambah Rp 2 milyar lagi untuk membayar hutang Suhartinah kepada Rodiah.

Tak ada penipuan. Adapun tentang bukti pegawai notaris yang telah dipidana karena memalsu tanda tangan pengurusan IPT, itu soal lain yang tidak ada sangkuta pautnya dengan sahnya akta jual beli.

“Semua itu sebenarnya sudah ada dalam putusan perdata yang dimenangkan klien kami. Klien kami sudah cukup baik, mau membeli gudang Suhartinah dan membuat 3 rumah lainnya yang dulu terancam dilelang bank menjadi terselamatkan,” ucap Michael.

Diketahui, sebelumnya Suhartinah memang mengajukan gugatan perdata nelalui PN Sleman, tapi tidak diterima. Beberapa kali putusan perdata selalu dimenangkan oleh Nora, hingga putusan tersebut memiliki kekuatan hukum yang megikat.

Artinya, sesuai fakta berdasarkan bukti-bukti saksi maupun surat, putusan tersebut dinilainya sudah adil. Jika pun jaksa nantinya bersikap melakukan upaya hukum kasasi, maka tim pengacara menyatakan kesiapannya melakukan kontra memori kasai.

Terhadap putusan bebas murni memang tak diberikan peluang kepada jaksa untuk mengajukan banding, melainkan langsung kasasi ke Mahkamah Agung. (Met)

 

 


share on: