Syawalan IKA Muga 86, Terus Berupaya Ikut Memajukan Almamater

share on:
Peserta Halal bi Halam IKA Muga Angkatan 86 || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) – Ikatan Alumnu SMA Muhammadiyah 3 (Muga) Yogya Kembali menggelar acara Halal bi Halal atau Syawalan Idul Fitri 1446 H, di RM Bale Ayu, Banguntapan Bantul, Minggu (13/4/2025).

Kegiatan rutin tahunan ini sebagai upaya mempererat tali silaturrahmi, kekeluargaan dan rasa bersyukur atas anugerah Allah SWT setelah selama sebulan menunaikan puasa Ramadhan.

BACA JUGA: Lurah Trihanggo dan Pengusaha Hiburan Malam Ditahan, Ini Penyebabnya

“Kami bersyukur masih dapat dipertemukan, tak putus ikatan persaudaraan,” ucap Ketua IKA Muga Yogya, H Zamzam Wathoni SH kepada yogyapos.com, Senin (14/4/2025).

Ketua IKA Muga 86, H Zamzam Wathoni SH || YP-Ist

Zamzam mengatakan, sebulan sebelumnya mereka juga sudah bertemu dalam momen buka puasa Bersama (bukber) Ramadhan. Bukber dan Halal bi Halal Idul Fitri merupakan dua kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun. Selain itu juga pertemuan-pertemuan situasional berupa kegiatan sosial bagi masyarakat maupun anggota yang tertimpa musibah.

BACA JUGA: Syahganda Nainggolan: Prabowo Berpeluang Jadi Pemimpin Dunia

“Kegiatan ini memperoleh dukungan besar dari salah satu anggota kami, Bung Antok yang kebetulan owner Rumah Makan Bale Ayu,” tandas Zamzam, salah satu Advokat senior Yogyakarta.

Menurutnya, anggota sangat antusias dan gembira hadir di acara tersebut. Apalagi didukung tempatnya yang asri dan nyaman di pinggirang Sungai Opak. Mereka melepas profesi masing-masing, sehingga suasananya gayeng seakan seperti saat-saat sekolah di SMA Muga Yogya.

Suasana Halal bi Halal diisi sambuatn Ketua IKA Muga 86 || YP-Ist

“Ya ada senda gurau tentu mengenang peristiwa-peristiwa masa lalu. Di sisi lain dalam momen tersebut juga tercetus banyak gagasan untuk selalu ikut memajukan almamater,” pungkasnya.

BACA JUGA: Nah! Ketua PN Jaksel, Oknum Advokat dan Panitera Ditangkap Tim Kejagung

Diketahui, Alumni Muga 3 Angkatan 1986 ini sekarang beragam profesi dan tersebar di berbagai kota. Ada yang pengacara, pengusaha, pejabat kabupaten/kota, kontraktor, seniman, dosen, mantan foto model, pengusaha.

Diantara mereka nampak Rita, pengusaha properti, Aan pengusaha sound system terbesar di Kabupaten Gunungkidul dan Riady seorang lurah dari Magelang. Sehingga tak heran jika dalam perbincangan juga muncul gagasan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga alumni. (*/Met)


share on: