Stok Sembako di Bantul Mencukupi, Tak Terjadi Lonjakan Pembeli di Pasar-pasar Tradisional

share on:
Aktivitas di Los daging Pasar Niten Bantul, Selasa (28/12/2021) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Hingga H+3 Natal 2021, stok sembilan bahan pokok (sembako) di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bantul masih mencukupi, permntaan konsumen stabil, aktivitas perdagangan normal. Tak ada lonjakan permintaan atau konsumen.

Situasi seperti ini sebagaimana hasil pemantauan yogyapos com di Pasar Niten dan Pasar Bantul. Sejak memasuki Natal 2021 hingga kini belum ada gejolak kenaikan harga dan volume  permintaan pembeli.

Menurut Yaitu Ponilah (56) dan Darsini (49), keduanya pedagang di Pasar Niten, secara umum  belum dan tidak terjadi volume pembelian oleh para pembeli, atau boleh dibilang sepi pembeli. Artinya, sejak Natal dan jelang Tahun Baru 2022 tak ada lonjakan pembeli. Di sisi lain para pedagang masih ada ketersediaan dagangan dengan jumlah cukup serta pasokan tetap lancar.

"Meski kini masih dalam siguasi Natal, tetapi pasaran sembako masih normal. Pasar juga tidak bertambah ramai pembeli dan harganya sembako juga masih normal,” ungkap Ponilah, Selasa (28/12/2021). 

Sementara itu, Lurah Pasar Niten, Jumakir, menyatakan data tentang harga sembako hasil pemantauan pasar ini menunjukkan cenderung stabil. 

Beras kualitas medium Rp9.000 hingga Rp 10.000 per kg, minyak goreng curah 19 hingga Rp 21 ribu per liter dan telur lehorn Rp30.000 per kg. Daging sapi Rp 130.000 per kg, daging ayam potong Rp 33.000 hingga Rp 36.000 per kg dan daging ayam jawa (lokal) Rp 65.000 per kg. Cabe jenis merah keriting Rp 35 .000 per kg serta vmcabe rawit merah 80.000 per kg.

Sekda Bantul, Helmi Jamharis dalam rapat koordinasi Pengamanan Nataru oleh Forkompinda beberapa hari lalu, di Parasamya Bantul, mengatakan, pihaknya berupaya agar agat stok sembako selama Nataru tetap cukup.  (Spd)


share on: