Yogyapos.com (SLEMAN) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman mengalami krisis darah setiap memasuki bulan Ramadhan, seperti terjadi pada tahun sebelumnya.
PMI Sleman berharap masyarakat mau mendonorkan darahnya, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap darah bisa tercukupi.
BACA JUGA: Lagi, Seorang Pria Mengaku Korban Klitih Ternyata Hoaks
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Sleman, Fadhila Nur Handayani mengatakan, krisisnya stok darah di PMI Sleman bukan karena meningkatnya permintaan masyarakat terhadap darah, namun disebabkan menurunnya minat masyarakat untuk mendonorkan darah. Permintaan masyarakat terhadap darah di PMI Sleman selama ramadhan ini, hampir sama dengan bulan-bulan biasa, yakni sekitar 800 kantong per minggu.
“Masyarakat yang mendonorkan darahnya, jika pada bulan-bilan biasa mencapai sekitar 500 kantong per minggu, tetapi selama ramadhan ini turun menjadi sekitar 300 kantong per minggu atau sekitar 50 kantong per hari, sehingga terjadi kekurangan stok darah,” ujar Fadhila.
BACA JUGA: Kakanwil Imigrasi DIY Audiensi ke Danrem 072/Pmk, Ini yang Dibicarakan
Pihaknya memperkirakan, krisis stok darah yang dialami PMI Sleman akan berlangsung sampai akhir lebaran mendatang. Untuk itu, dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat.
“PMI Sleman terus melakukan berbagai upaya, diantaranya siap melayani permintaan donor darah siang maupun malam hari,” katanya.
BACA JUGA: Revisi UU TNI untuk Perkuat Pertahanan Negara dan Profesionalisme Prajurit
Ketua PMI Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini menambahkan, dengan slogan ‘tidak ada kata tidak ada darah’. Artinya selalu siap memenuhi permintaan masyarakat terhadap darah.
“Untuk dapat memenuhi mewujudkan tekat tersebut, dalam upaya meningkatkan minat masyarakat untuk mau donor darah, PMI Sleman melakukan berbagai terobosan,” ujar Mafilindati.
Terobosan yang ditempuh, salah satunya melalui pembagian doorprize berupa sebuah ponsel yang diundi setiap bulan sekali pendonor yang mendonorkan darahnya di markas PMI Sleman.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Resmikan Stadion Maguwoharjo Secara Daring
“Bahkan khusus bulan Ramadhan ini, undian dorprize dilakukan selama empat kali,” cetusnya.
Selain itu, orang yang melakukan donor darah di markas PMI Sleman, diberi bonus berupa cek kesehatan secara gratis, meliputi, pemeriksaan gula darah, kolesterol dan sam urat. Dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap darah, selama bulan ramadhan ini PMI Sleman gencar melakukan layanan donor darah dengan menyasar tempat ibadah baik gereja maupun pada malam hari.
BACA JUGA: Lebaran, Kabupaten Sleman Siap Terima Kunjungan Wisatawan
“Meski demikian persediaan darah selalu menipis. Untuk dapat memenuhi kebutuhan darah, maka PMI Sleman sering mengambil darah ke berbagai PMI di luar Sleman. Diantaranya ke PMI Kota Yogyakarta, maupun ke berbagai PMI di luar DIY, diantaranya dari Solo, Surabaya, Semarang dan ke berbagai daerah lain,” ungkapnya.
BACA JUGA: Polres Bantul Siapkan 550 Personel untuk Pengamanan Lebaran
Pihaknya berharap kepada masyarakat, untuk gemar donor darah, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap darah di PMI Sleman bisa terpenuhi.
“Donor darah itu tidak sakit, dan bahkan orang yang rutin melakukan donor darah justru malah sehat, karena sel darah menjadi sering ganti,” imbuhnya (*/Opo)
