SPS Gelar Diskusi Jejak Tapak Genealogi Sastra Modern Indonesia di Yogyakarta

share on:
Kritikus Sastra UGM, Prof Dr Faruk HT || YP/Latief S Nugraha

Yogyapos.com (YOGYA) - Taman Budaya Yogyakarta (TBY) bekerja sama dengan Studi Pertunjukan Sastra (SPS) menggelar acara Temu Seniman dan Budayawan bidang sastra, di Ruang Seminar TBY, Rabu (26/2/2020). Acara mengusung tema ‘Genealogi Sastra Indonesia Modern di Yogyakarta’ ini menghadirkan pembicara kritikus sastra UGM Prof Dr Faruk dan sastrawan senior Iman Budhi Santosa, dimoderatori oleh Latief S. Nugraha.     

Sesepuh SPS, Mustofa W Hasyim mengungkapkan bahwa pada Oktober 2019 di Yogyakarta telah diselenggarakan perhelatan akbar Festival Sastra Yogyakarta yang kemudian disebut Joglitfest. Ini adalah festival yang secara khusus dan spesifik bermuatan sastra yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Yogyakarta di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan DIY. Sudah selayaknya acara festival sastra terselenggara di Yogyakarta mengingat banyaknya sastrawan dan komunitas sastra di Yogyakarta yang tumbuh berkembang dan secara aktif terus berproses kreatif dalam berkarya dan menyelenggarakan acara-acara sastra secara rutin setiap bulan.

Sementara itu Prof Faruk berpandangan, Yogyakarta memang dikenal sebagai tidak hanya kota pendidikan, melainkan juga kota kesenian. Dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan kesenian lainnya, kegiatan kesastraan di Yogya dapat dikatakan merupakan kegiatan yang paling semarak. Di dalamnya hidup begitu banyak komunitas sastra, yang tentu saja melibatkan relatif banyak sastrawan, baik penyair, cerpenis, maupun novelis, baik yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa Jawa. “Keadaannya menjadi semakin meriah bila di dalamnya diperhitungkan pula berbagai kegiatan kesusastraan tradisional, antara lain macapatan. Industri buku di Yogyakarta seiring sejalan tumbuh kembang karya sastra dan penerbitannya, yang terkait dengan kedudukan Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” katanya.

Sejak masa awal kemerdekaan hingga saat ini Yogyakarta menjadi tempat berpumpun para seniman dan sastrawan yang kiprahnya dapat kita baca dalam buku sejarah, sastra, dan kebudayaan Indonesia. Dialektika kultural bolak-balik telah menempatkan Yogyakarta sebagai ruang bagi tumbuh kembang berbagai kesenian secara berdampingan ditopang adanya sekolah, kampus, sanggar seni, dan komunitas-komunitas yang tumbuh berkecambah di kota ini. Kontinuitas dan diskontinuitas dinamika sastra Indonesia modern di Yogyakarta sebagai suatu studi sejarah yang tak terpisah dari masa kini memungkinkan terjadinya penjelajahan masa silam untuk masa kini.

Mengenai hal tersebut Iman Budhi Santosa mengungkapkan, dalam buku ‘Sastra Indonesia di Yogyakarta Periode 1945—2000’ yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Yogyakarta telah dipaparkan dengan cukup lengkap bagaimana pertumbuhan dan perkembangan sastra Indonesia modern di Yogyakarta sejak kemerdekaan hingga awal dekade 2000. Dimulai dari upaya mendedah perihal awal mula kebangkitan dan perkembangan sastra Indonesia modern. Kemudian mengkaji lingkungan pendukung, yang terdiri dari dinamika perubahan sosial di kawasan ini, kepengarangan, dan media publikasi. Selanjutnya juga merekam jejak perkembangan karya-karya sastra, yang terdiri dari puisi, cerpen, novel, naskah drama, dan kritik. Dari temuan yang ada, mungkinkah karya-karya sastra Indonesia modern hasil kreasi sastrawan di Yogyakarta yang mengangkat fenomena kebudayaan Jawa di Yogyakarta dan benar-benar “Njawani”, secara genealogis dapat dikelompokkan sebagai salah satu bagian dari yang disebut Sastra Yogya?”

Penelusuran genealogi sastra Indonesia modern di Yogyakarta yang di dalamnya mengandung pembahasan tentang proses pertumbuhan dan perkembangan sastra Indonesia modern di Yogyakarta, serta perwujudan kontinuitas dan diskontinuitas dari sastra Indonesia modern di Yogyakarta penting untuk terus dikerjakan kendati tidak mudah. Tentu saja hal tersebut dengan melihat wacana, pengetahuan, dan kekuasaan yang ada dalam dinamika sastra Indonesia modern di Yogyakarta saling berpengaruh. (Latief S Nugraha)

      


share on: