Sosis Tempe Siap Serbu Pasar Kuliner Yogya

share on:
Sosis tempe kombinasi jamur tiram || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan nabati yang menjadi bahan pangan pokok di Indonesia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai di Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe. Selama ini, masyarakat sering mengolah tempe hanya dengan cara yang biasa, yaitu digoreng, direbus atau ditumis. Pengolahan tempe menjadi produk yang bergengsi masih sangat kurang. Selain itu, tempe sering dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Produk olahan tempe yang berpotensi untuk dikembangkan adalah sosis, merupakan salah satu makanan yang digemari oleh berbagai kalangan dan cukup populer. Sosis yang sering ditemukan yaitu sosis daging padahal sosis daging tidak memiliki kandungan serat. Sosis tempe inilah yang berhasil diproduksi mahasiswa Fakultas MIPA UNY, Lutfiah Nur Hidayah prodi Biologi, Yuliari Suprihatin prodi Kimia dan Ahmad Hidayatullah prodi Pendidikan Biologi.

Menurut Lutfian Nur Hidayah mereka membuat sosis dari tempe karena sumber protein tertinggi tidak tertetak pada daging, namun terdapat pada kedelai. “Kedelai memiliki kandungan protein sebanyak 34,1-34,3 gram, sedangkan daging ayam 14,5-23,4 gram, dan daging 13,6-21,8 gram,” paparnya.

Dijelsakan, dengan ditambahkan jamur tiram ke dalam sosis tersebut dapat diperoleh sosis yang kaya akan serat karena dalam setiap 100 gram jamur tiram, terdapat 3.44% serat kasar. Kadar serat tersebut tergolong tinggi.Serat makanan sangat penting bagi kesehatan tubuh, seperti membantu mencegah sembelit, kanker, sakit pada usus besar, menurunkan kadar kolesterol, dan sebagainya.

Yuliari Suprihatin menambahkan, sosis yang mereka produksi sama sekali tidak mengandung daging, oleh karenanya disebut sebagai sosis analog. “Sosis analog adalah makanan yang dibuat dari bahan bukan daging tetapi mirip dengan sifat-sifat daging,” katanya.

Bahan tersebut dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu lalu dimasukkan dalam selongsong. Produk sosis tanpa daging masih sangat jarang ditemukan. Ketidakhadiran daging dalam pembuatan sosis ini menjadikannya cocok bagi para vegetarian.

Cara pembuatannya diungkapkan oleh Ahmad Hidayatullah. Menurutnya langkah pertama adalah membuat tepung tempe. Tempe dipotong dengan lebar 0,5 cm lalu diblanching pada suhu 100 derajat Celcius dalam 15 menit. Setelah itu dioven pada suhu 55 derajat Celcius selama 12 jam lalu digiling halus. Jamur tiram juga dicuci bersih dan digiling halus. Pada pembuatan sosisnya, tepung tempe, jamur tiram giling dan tepung maizena dicampur rata ditambahi garam, telur, gula, minyak, lada, bawang putih dan air. Lalu adonan dituang dalam selongsong sosis. Selongsong tersebut diikat setiap 12 sentimeter lalu direbus selama 15 menit. Dinginkan dan potong tiap ruasnya. Sosis tempe dan jamur tiram siap dikonsumsi.

“Kami menamai produk ini sosis roompee,” tutup Ahmad, yang mengaku produksinya higinies dan sudah diterima untuk dikonsumsi masyarakat. Bahkan siap menjelajah pasar kuliner di Yogyakarta.(*/Met)

 


share on: