Yogyapos.com (YOGYA) - SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta melakukan kunjungan internasional ke Singapura dan Malaysia, Minggu-Kamis (19-23/5/ 2024).
Kunjungan bertajuk “School Colaboration Visit” tersebut dipimpin oleh Kepala Sekolah Drs H Herynugroho MPd dan Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PWM DIY Achmad Muhamad MAg.
BACA JUGA: Wisatawan Antusias Saksikan Orkestra Keraton Yogyakarta
Selama 4 hari di Malaysia rombongan melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Ada 3 perguruan tinggi dan 2 sekolah menengah yang dikunjungi diantaranya Universitas Teknologi Malaysia (UTM), Netherlands Maritime University College (NMUC), Kolej Islam Sultan Alam Shah (KISAS), Sekolah Menengah (SM) Kebangsaan dan Universitas Islam Internasional Malaysia (UIIM). UIIM merupakan Universitas Islam modern yang didirikan pada tahun 1983 oleh Kerajaan Malaysia dan pada permulaannya disponsori oleh delapan pemerintah negara yang tergabung di Organisasi Konferensi Islam.
BACA JUGA: Moorlife Luncurkan 1,1 Juta Kotak Makan Bersama Ratusan Entreprenuer
“Sebelum meninggalkan Malaysia rombongan juga menyempatkan diri berkunjung ke Kantor Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia,” ujar Wakil Kepala Urusan Humas SMA Muhi Yogya Marini Amalia Octavianti MPd kepada yogyapos.com, Selasa (21/5/2024).
Marini Amalia mengungkapkan, kegiatan MoU ini terkait kerjasama untuk memfasilitasi lulusan SMA Muhi melanjutkan studi lanjut di Malaysia. Selain itu kegiatan ini juga menjalin kerjasama summer school di UTM. Selama tahun 2021-sekarang SMA Muhi Yogyakarta telah bekerjasama dengan ACT Educations Solutions Limited (ACT) International untuk melaksanakan program Global Assessment Certificate (GAC). Program GAC ini membekali peserta didik dengan kualifikasi masuk 100 perguruan tinggi di dunia. “Tiada lain, hal itu dilakukan untuk memberikan pengalaman belajar dan kehidupan di level internasional untuk mempersiapkan peserta didik SMA Muhi memasuki persaingan global,” terangnya.
BACA JUGA: Buku 'Sleman Memang Beda' Diluncurkan Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Masyarakat
Kepala Sekolah SMA Muhi Yogya Herynugroho menyatakan berkomitmen menjawab tantangan zaman dengan membekali siswa dengan kemampuan era industri 4.0. Kegiatan ini merupakan implementasi program Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah. Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah adalah proyek besar yang bertujuan bukan hanya memperkenalkan tapi menjadikan Muhammadiyah sebagai bagian dari umat Islam global.
”Gerakan ini dibarengi dengan internasionalisasi pemikiran Muhammadiyah. Bismillah semoga peserta didik SMA Muhi dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, karakternya di Malaysia ini. Semoga Sumber Daya Manusia SMA Muhi semakin berkembang dan berkemajuan,” ujarnya.
BACA JUGA: Dugaan Pungli di Lapas Cebongan Libatkan Oknum Pejabat Struktural Berinisial M
Disisi lain Achmad Muhamad berharap kerja sama dan kolabarasi antara SMA Muhamamdiyah 1 Yogyakarta dengan instansi pendidikan di Malaysia semakin dalam, dan semakin luas.
“Kerja sama yang sudah dijalankan ini harus terus ditingkatkan dengan membangun persahabatan dan persaudaraan sejati di antara 2 bangsa yang banyak memiliki kesamaan budaya. Kami membangun program kerja bersama yang memiliki kemanfaatan untuk kedua belah pihak,” katanya. (*/Met)
