Yogyapos.com (BANTUL) - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Pundong Kabupaten Bantul menggelar bakti sosisal (baksos) pemasangan Early Warning System (EWS) sistem peringatan dini berupa detektor banjir, di Dusun Pengkol Desa Sriharjo Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul, Rabu (1/11/2023).
BACA JUGA: Bupati Bertekad Berantas Rentenir dengan Ragam Kedoknya di Sleman
Dusun Pengkol Sriharjo merupakan wilayah destinasi wisata yang cukup terkenal. Secara geografis dekat dengan bantaran Sungai Oyo dan perbukitan. Wilayahnya rawan bencana bajir Sungai Oyo dan longsor di saat terjadi hujan.
“Baksos pemasangan EWS karya siswa kami kali ini sudah yang ke sekian kalinya. Tujuannya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Kepala SMKN I Pundong, Sutapa SPd, saat serah terima dan ujicoba EWS ini.
Peralatan ini sistem pengoperasionalanya sederhana dan manual. Namun jika dikembangkan dengan sistem digital juga dapat dilakukan. Jika dioperasikan secara manual, masyarakat lebih mudah dan irit biaya dalam mengoperasikannya. Sedangkan dengan digital memerlukan pulsa sehingga mahal.
BACA JUGA: Vario vs X Ride, Seorang Meninggal Dunia Setelah Terpental dan Ditabrak Truk
“Sementara menggunakan manual namun juga dilengkapi sistem penampungan listrik sehingga saat listrik padam, alat tetap dapat berfungsi yaitu suara serine berbunyai. Kami tetap akan melakukan perawatan alat itu,” sambungnya.
Dikatakan, jika pralon yang sudah dipasang diisi dengan air, maka serine (peringatan) akan berbunyi. Jika airnya semakin banyak, maka bunyi serine semakin keras dan cepat intervalnya selama enam menit.
BACA JUGA: Rotasi Sejumlah Pejabat Polres Bantul, Kompol Etty Haryanti Menjabat Kabag SDM
“Kegiatan semacam ini juga merupakan suatu cara agar para siswa lebih berkreasi dan kreatif untuk membuat hasil karya untuk masyarakat. Hal itu sebagaimana yang juga telah dilakukan beberapa kali pada beberapa tabun silam. Yang sudah dipasang di sejumah tempat di Bantul dan hingga kini masih berfungsi diantaranya pendekteksi gempa dan penangkap hama tanaman,” jelasnya.
Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun, mengungkapkan pihaknya merasa terbantu dan berterimakasih dengan adanya baksos.
Sosialisasi penggunaan alat deteksi banjir || YP-Supardi
“Di daerah ini rawan bencana banjir, tanah dan longsor, maka meskipun masyarakat sidah terbiasa dengan Kondisi alam yang ada, namun peralatan semacam ini sangat diperlukan,” katanya.
BACA JUGA: Bekas Kepala Dispertaru DIY Segera Diadili di Pengadilan Tipikor
PLT BPBD Kabupaten Bantul, Agus Yuli, menyatakan Bantul memerlukan banyak peralatan pendeteksi peringatan bencana. Selama ini masih terbatas dan belum sesuai dengan yang dibutuhkan karena keterbatasan anggaran dan harganya pun mahal.
“Kini para siswa dapat melakukan yang inovatif adalah merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi masayarakat,” tutur Agus.
Pada saat dilakukan uni coba EWS dapat berfunsi dengan baik dan binyi serine melalui pengeras suara masjid berfungsi baik dan keras. (Spd)
