Sidang AWG: Indonesia Tingkatkan Ekspor Perikanan ke Singapura

share on:
Anggota delegasi RI pada Sidang AWG || YP-Ist

Yogyapos.com (JAKARTA) - Pemerintah Indonesia dan Singapura bertekad terus memperkuat komitmen sekaligus memperluas kerja sama agribisnis antar kedua negara, termasuk ekspor komoditas perikanan. Komitmen tersebut dibahas pada Forum Kerja Sama Agribisnis Indonesia-Singapura, atau dikenal dengan Indonesia-Singapore Agribusiness Working Group (IS-AWG). Forum yang telah digelar secara daring 7 Agustus 2020 lalu itu merupakan tindak lanjut sidang AWG Indonesia-Singapura ke-16.

“Kemudian dilaksanakan kembali sidang lanjutan AWG Indonesia-Singapura hari ini, (Selasa, 25 Agustus 2020, Red), dipimpin oleh Co-chair kedua negara,” kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KKP), Rina, di Jakarta, dalam siaran pers yang diterima yogyapos.com, Rabu (26/8/2020), malam.

Rina mengatakan, sidang IS-AWG membahas capaian berdasarkan Key Performance Indicators (KPIs) tahun 2016-2020, dan usulan KPIs tahun 2021-2025. Pusat Karantina Ikan (Puskari) mengusulkan tiga kegiatan, yakni: Implementasi Electronic Certification(e-cert), Peningkatan Kapasitas Fish Disease Diagnostics (Virus DIV1 and AHPND), Harmonisasi Sistem Perkarantinaan Ikan.

“Indonesia siap mengimplementasikan e-cert dengan Singapura, baik dari sumber daya manusia maupun sistem. Terlebih, Indonesia juga sudah menerapkan e-cert bersama Belanda. Penerapan e-cert sangatlah penting mengantisipasi pemalsuan data perikanan. Hal ini sejalan dengan modernisasi perdagangan dan perkembangan e-commerce,” urainya.

Kendati siap, lanjut Rina, Indonesia (FQIA) tetap melakukan diskusi secara intensif dengan Singapore Food Agency serta Nparks terkait implementasi e-cert dan peningkatan kapasitas (Fish Disease Diagnostics Workshop). Kemudian mengenai harmonisasi sistem perkarantinaan ikan antara Indonesia-Singapura, BKIPM akan memberikan kuisioner berisi pertanyaan standar sistem perkarantinaan dan biosecurity kepada otoritas berkompeten di Singapura.

“Melalui forum ini, kami berharap kerja sama agribisnis antara Indonesia-Singapura dapat semakin meningkat sehingga berdampak terhadap peningkatan ekspor perikanan ke negara tersebut. Singapura memfasilitasi studi trip ke otoritas kompeten Singapura/NParks untuk mengetahui sistem karantina, khususnya ikan hias di Singapura,” jelas Rina

Pada sidang AWG ini, Delegasi Republik Indonesia (DELRI) dipimpin oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang Sugiharto. Anggota-anggotanya terdiri dari perwakilan Puskari; BKIPM KKP; Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri-KKP; Direktorat Pemasaran-KKP; Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan-Kementan.

Di samping itu, ada pula perwakilan dari Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati-Kementan, Setditjen Hortikultura-Kementan; Kemenko Perekonomian, Kementerian Perhubungan, dan Atase Perdagangan-KBRI Singapura.

Sementara Delegasi Singapura diketuai oleh CEO Singapore Food Agency, Lim Kok Thai, yang beranggotakan unit kerja terkait di Singapura. (*/Muf)

 


share on: