Seorang Mahasiswa Tewas Usai Mengonsumsi Miras Oplosan, Empat Tersangka Pengoplos Ditahan

share on:
Para tersangka pengoplos miras || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) – Empat orang terduga pengoplos minuman keras (miras) berhasil digulung jajaran Satreskrim Polresta Sleman. Mereka JAS (21) warga Magelang, YDP (21) warga Jakarta Barat, NPWYR (21) warga Tegalrejo Yogyakarta dan LF (21) penduduk Mlati Sleman.

Diduga miras oplosan tersebut sebagai pemicu meninggalnya seorang mahasiswa inisial MF (24), warga Sawah Besar Jakarta Pusat usai berpesta miras disalah satu kos di Padukuhan Pogung Kalurahan Sindudi, Kapanewon Mlati.

Kasus korban tewas awalnya diketahui dari laporan masyarakat pada Rabu (23/11/2022) yang diduga sebelumnya telah mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol.

“Peristiwanya terjadi di Pogung atau kosan di Blok F Pogung Kidul Mlati,” jelas Kapolresta Sleman AKBP Imam Rifai, di Mapolresta  Sleman, Jumat (25/11/2022).

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, dapat dipastikan bahwa korban ini meninggal karena sebelumnya mengkonsumsi minuman keras yang tanpa label, oplosan.

Petugas menunjukan barang bukti kejahatan || YP-Eko Purwono

Polisi terus melakukan pendalaman karena keempatnya tercatat sebagai mahasiswa dari kampus yang berbeda dan akan mengembangkan peran masing-masing tersangka.

Modus operandi yang dilakukan para tersangka, dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi untuk mendapatkan keuntungan. Aktivitas mengoplos miras telah berlangsung selama kurang lebih 1 bulan.

“Barang bukti yang diamankan, ada gelas ukur, cairan berupa etanol dan sejumlah minuman yang telah diletakkan dalam kardus siap diperjualbelikan,” ungkapnya.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal berlapis Pasal 146 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang ancaman hukumannya 10 tahun penjara, kemudian UU  No 8 tahu 1999 tentang perlindungan Konsumen diancam dengan pidana penjara selama 5 tahun.

“Dan pasal 204 ayat 2 KUHP diancam pidana penjara selama 20 tahun,” tandasnya.

Kapolresta menghimbau kepada seluruh warga masyarakat, agar menghindari makan makanan yang tidak disertai label resmi dan tidak memproduksi miras oplosan. (Opo)

 


share on: