Yogyapos.com (SEMARANG) - Sudah sepuluh tahun Majelis Dzikir Muhayyijul Asywaq (MA) berkiprah dalam membangun peradaban dan kehidupan beragama masyarakat di Bandungan Kabupaten Semarang. Sebuah pengabdian dan perjuangan yang didasarkan pada ajaran Kanjeng Nabi Muhammad SAW untuk memakmurkan alam semesta.
Kepada yogyapos.com Habib Husein bin Muhammad bin Ahmad Bafaqih menyampaikan, peringatan ini sangat istimewa karena tema besar acara dipilih langsung oleh Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.
BACA JUGA: Teater Eska Siapkan Pentas Tiga Bayangan 5.0, Catat Tanggal Pergelarannya
“Abah memilih tema Bumi Rejo Dadi Rukune Bangsa. Beliau berharap agar kita berusaha keras memakmurkan bumi agar bangsa sebesar ini tetap rukun dan makmur. Ini dawuh yang harus kita jalankan agar masyarakat terberdayakan potensi,” tandas Habib Husein, Selasa (5/9/2023).
Salah satu sudut Bandungan || YP-Wahjudi Djaja
Ada banyak hal, lanjutnya, terkait kebudayaan dan adat tradisi yang harus dibenarkan. “Misalnya tradisi tumpeng. Banyak lho masyarakat Jawa yang belum memahami apa makna dan filosofinya. Nah, dengan terus diadakan sosialisasi dan sarasehan seperti besok ini kita berharap masyarakat lebih mencintai budayanya sendiri,” ungkapnya.
BACA JUGA: Dr Syahganda Nainggolan : Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk Perubahan dan Persatuan
Terkait rangkaian acara, Handoko, salah satu panitia menjelaskan, pusat acara akan dilangsungkan di halaman Kantor Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang pada Minggu 10 September 2023 mulai 19.30 WIB.
“Acara akan dipimpin langsung oleh Habib Husein bin Muhammad bin Ahmad Bafaqih. Hadir juga Habib Zainal Abidin Baharun, para Habaib, ulama, umara, TNI, Polri dan masyarakat. Kami harapkan acara ini bisa lebih menggerakkan masyarakat untuk mencintai Nabi dan negerinya. Selain itu juga digelar pembacaan puisi berjudul Syair Bandungan oleh Wahjudi Djaja,” tandas Handoko.
BACA JUGA: Kasus Pembunuhan Morgan, Istri Korban Minta Hakim PT Yogya Vonis Mati Pelaku Utama
Dalam rangkaian acara Sarasehan Kebangsaan, lanjutnya, menampilkan Wahjudi Djaja SS MPd, Founder Lingkar Desa sekaligus Ketua Umum Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (KASAGAMA) dari Yogyakarta.
“Tema yang diangkat dalam sarasehan adalah Jejak Peradaban Mataram di Bandungan. Harapan kami agar kekayaan sejarah dan alam yang indah bisa bisa menjadi motivasi dan modal untuk membangun Bandungan,” jelasnya. (Iud)
