Satreskrim Polresta Yogyakarta Ciduk Tersangka Pedagang Hewan Langka

share on:
Salah satu hewan langka dan dilindungi UU yang disita dari tersangka RD || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Berkat kejelian patroli cyber, Tim Satreskrim Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap praktik penjualan hewan-hewan langka dilindungi Undang-undang. Tersangka dalam kasus ini, RD (27), ditangkap di Semarang.

Penangkapan tersangka dilakukan Polisi bersama petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta. Sejumlah barang bukti berupa hewan langka yang disita dari tangan tersangka adalah kukang Jawa (Nycticebus javanicus), seekor binturong (Arctictis binturong), seekor buaya Muara (Crocodylus porosus) sepanjang 40 cm dan seekor buaya Irian (Crocodylus novaeguineae) ukuran 75 cm.

“Pada 15 Oktober lalu kami tangkap tersangka berikut barang buktinya, hewan-hewan yang dilindungi Undang-undang,” ujar Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Andhyka Donny, di GL Zoo, Jumat (22/10/2021) siang.

Kompol Andhyka menyatakan masih melakukan penyidikan intensif guna mencari pelaku lainnya. Pengakuan tersangka, praktik perdagangan gelap hewan-hewan tersebut dilakukan sejak 3 bulan yang lalu melalui akun media sosial miliknya. Pengiriman hewan menggunakan perusahaan jasa transportasi, terkadang juga langsung diantar kepada pemesan jika alamatnya terjangkau atanu dekat dengan tempat tinggal tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 21 ayat (2) Jo Pasal 40 ayat (2) UURI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Kepala Seksi I BKSDA Yogyakarta, Untung Suripto, menyatakan apresiasinya kepada jajaran Polresta Yogyakarta yang berhasil melakukan pengungkapan kasus ini.

Sedangkan hewan-hewan barang bukti yang disita itu kini dititipkan di GL Zoo untuk dilakukan pengamatan, apakah nantinya dapat dilepasliarkan atau tidak. (*/Met)

 


share on: