Satpol PP Bantul Berikan Sanksi Penutupan Sementara Sejumlah Cafe

share on:
Petugas Satpol PP Bantul saat menyambangi sebuah cafe untuk menegakkan Instruksi Bupati Bantul dan Gubernur terkait pelaksanaan PSBB || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Sehari setelah diberlakukan PSBB, Satpol PP Kabupaten Bantul menggiatkan patroli untuk penegakkan patuh pencegahan Covid-19 pada Selasa (12/1/2021) Pukul 19.30 WIB s/d selesai.

Dalam kegiatan ini sejumlah pusat keramaian terpaksa dibubarkan, bahkan beberapa ccafe maupun kedai ditutup sementara selama 1 x 24 jam karena melakukan pelanggaran.

“Dalam melaksanakan kegiatan Patroli Ops Patuh Corona Virus Disease 19 di masa PSBB Tanggal 11 s/d 25 Januari 2021 di titik keramaian di Wilayah Kabupaten Bantul,” kata Kasat Pol PP Kabupaten ini, Yulius Suharta SSos MSi kepada yogyapos.com, di Bantul, Rabu (13/1/2021).

Patroli Ops Patuh Corona melibatkan jajaran Kodim 0729 dan jajaran Polres Bantul. Operasi menyasar ke Cafe Bento Kopi, warung pecel lele, Kedai Kopi Sinau, Warung MakanD'tungku,  Cafe Mato, Cafe Sentiasa dan Warmindo Barokah, toko, warung makan, dan tempat keramaian yang masih buka melebihi jam yang telah diatur dalam Instruksi Bupati No. 1 Tahun 2021.

“Patroli untuk memberikan himbauan penerapan prokes yang lebih ketat kepada masyarakat agar terhindar dari Covid-19,” kata Yulius.

Tentang hasil kegiatan dilaporkan saat personil melaksanakan apel yang dipimpin oleh Anton Vektori SSTP MEng (dari Sat Pol PP Bantul). Dalam berpatroli para petugas memberikan Surat Teguran kepada pemilik cafe atau warung makan yang masih buka melebihi waktu yang diatur dalam Instruksi Bupati No. 1 Tahun 2021 yaitu Pukul 19.00. Selain itu juga memberikan himbauan secara tegas jika masih mengabaikan protokol kesehatan dan jam buka selama masa PSBB serentak.

Diungkapkan Yulis, hasil patroli menunjukkan Kopi Bento masih belum menerapkan sistem jaga jarak untuk penataan kursi masih berdempetan. Meski demikian sudah melaksanakan intruksi bupati melakukan penutupan tepat waktu. Untuk warung pecel lele tidak menerapkan prorokol kesehatan dan melanggar aturan prokes dan melebih jam buka sesuai intruksi bupati. Maka oleh petugas diminta tutup warung dan semua pembeli untuk membubarkan diri. Kedai Kopi Sinau tidak menerapkan prokes dan tidak mematuhi intruksi bupati lalu dilakukan pembubaran pengunjung dan dilakukan penutupan sementara 1x24 jam.

Sedangkan untuk warung makan D'tungku tidak menerapkan prokes dan tidak mengetahui adanya intruksi bupati lalu dilakukan pembubaran pengunjung dan penutupan sementara 1x24 jam. Untuk Kopi Matoa tidak menerapkan prokes dan melanggar intruksi bupati, maka lalu dilakukan pembubaran oleh petugas. Hal yang sama terjadi di Kedai Coffe melanggar intruksi bupati untuk jam buka melebihi aturan yang ada dan dilakukan pembubaran oleh petugas. Untuk Warmindo Barokah dilakukan pembubaran pembeli dan penutupan sementara 1x24 jam. (Supardi)

 

 

 

 


share on: