Sandiaga Nikmati Jamu Gesikan, Tak Lupa Berpantun

share on:
Sandiaga Salahudin Uno menyambangi lokasi sentra jamu gendong yang terletak di Padukuhan Gesikan RT 04 RW 28 Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Jumat (14/1/2022) || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Salahudin Uno menyambangi lokasi sentra jamu gendong yang terletak di Padukuhan Gesikan RT 04 RW 28 Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Jumat (14/1/2022).

Disambut oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo kedatangan Sandiaga tak lain membangkitkan ekonomi kerakyatan serta wisata kesehatan, khususnya olahan jamu gendong di lokasi ini.

Disela berdialog dirinya berkesempatan menyelipkan pantun dan memotivasi para pelaku usaha jamu gendong.

“Ibu-ibu jamu gendong semangat, mau dengar pantun? Hati rindu karena jarang bertemu sekali ketemu hati jadi gembira, Indonesia kaya akan berbagai jenis jamu ayo kita promosikan agar masyarakat makin sejahtera,” ujarnya.

Jamu gendong di Gesikan sudah ada sejak lama dan kini berkembang menjadi sentra dan terdapat sekitar 30 orang pengerajin. Dikatakannya bahwa sentra jamu gendong ini akan dibuatkan sebagai salah satu destinasi untuk travel patern atau pola perjalanan dalam pengembangan destinasi super prioritas Candi Borobudur.

“Saya mendapat kabar bahwa sentra ini sudah ditetapkan Kabupaten Sleman sejak 2008, sentra jamu gendong ini akan dibuatkan sebagai salah satu destinasi untuk travel patern, atau pola perjalanan dalam pengembangan destinasi super prioritas Borobudur. Nah, karena akan dibangun paket wisata Sentra Jamu Gendong . Saya di sini ingin mendengar masukan para pelakunya,” katanya.

Ketua Sentra Jamu Gendong Padukuhan Gesikan, Sarjono mengatakan bahwa produksi rumahan ini dilakukan setiap hari dan dipasarkan langsung kepada pelanggan dan pemesan. Selama ini suplai bahan baku didapatkan dari hasil budidaya mandiri dan sebagian membeli di pasar serta anggotanya terus bertambah, hinga kini ada 40 orang.

“Sehari dapat terjual ke pembeli untuk yang jamu cair mencapai 10 hingga 20 liter per pemesan, kalau yang sajian jamu kering hingga 3 kg, jenis jamu yang dijual antara lain kunir asem, beras kencur, temulawak, paitan sama uyup-uyup,” ungkapnya.

Dengan kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, pihaknya berharap olahan jamu gendong ini dapat meningkatkan promosi dan tetap eksis keberadaannya.

“Pemasaran sangat penting untuk meningkatkan hasil, maka dengan kedatangan Bapak Menteri kami berharap dapat membatu dalah hal pemasaran sekaligus penambahan sarana produksi,” harap dia. (Opo)


share on: