Ritual Melasti Bakal Digelar di Pantai Parangkusumo

share on:
AKBP Pur I Nengah Lotama SAg (tengah) || YP/Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Meski gencar diberitakan untuk waspada terhadap pandemi  Covid-19,  namun upacara ritual Melasti sebagai rangkaian menghadapi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942 (2020 M) tetap diadakan di Pantai  Parangkusumo Bantul DIY, pada Minggu (22/3/2020) mendatang.

"Hanya saja ucara kali ini tidak memakai kirab dan hanya ritual saja serta dengan sistem bergantian oleh masing masing rombongan dari dari Pura se-DIY secara berurutan. Ini untuk menghindari kerumunan (konsentrasi) massa yang berjumlah besar sehingga tidak berisiko terhadap dampak corona,” kata Ketua Umum Nyepi DIY, AKBP Pur I Nengah Lotama SAg, di Bantul belum lama ini.

Menurutnya, dalam proses ritual tersebut akan dilakukan pula scranning termasuk cuci tangan dan pemeriksaan suhu badan kepada umat yang ikut pada ritual ini. Dengan demikian risiko terdampak Corona diharapkan bisa diminimalkan.

Ada empat sasaran Melasti yaitu pertama Ngiring Prawatek Dewata (patuh pada tuntunan Dewata Sinar Suci). Kedua, Anugrah Laraning Jagat artinya mengajak umat untuk melestarikan alam dan menghilangkan sumber penderitaan mampun penyakit. Ketiga Hanganyutaken Papa Klesa atau menghilangkan kotoran atau hal yang jelek.

"Acara ini hanya untuk kalangan sendiri (bukan untuk umum), di tempat terbuka yang sirkulasi udaranya behas serta cahaya matahari cukup maupun spiritual melasti diyakini dapat membersihkan segala macam sumber penyakit dengan memohon perlindungan Tuhan,” kata I Nengah Lotama.

Dalam acara ini umat Hindu dari masing masing Pura akan membawa jempana yang dilengkapi dengan senjata nawa sanga untuk disucikan di laut.  Ini didiharapkan supaya acara  Nyepi yang jatuh pada 25 Maret 2020 semua peralatannya telah disucikan.

Sementara itu.Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Anihayah mengatakan, bahwa pihaknya membenarkan bahwa acara melasti itu tetap dilaksanakan berdasarkan keinginan penyelenggara. Dinas tidak menganjurkan dan juga tidak melarangnya. Ini silahkan saja. (Supardi)

 


share on: