Ribuan Umat Buddha Ikuti Puncak Perayaan Waisak di Borobudur

share on:

Yogyapos.com (MAGELANG) – Puncak perayaan Waisak 2569 BE berakhir dengan ditandai pelepasan lampion Tahun 2025 di kawasan Candi Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (12/5/2025) malam.

BACA JUGA: Zacky dan Keisha Terpilih Dimas Diajeng Sleman 2025

Acara dihadiri antara lain Ketua Umum Walubi Dra (HC) S Hartati Murdaya, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Dr Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar, Menteri Kebudayaan Dr Fadli Zon dan Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo SH SSos MM.

Para tamu  undangan || YP-Ist

Kegiatan keagamaan yang digelar oleh Perwakilan Umat Buddha Seluruh Indonesia (WALUBI) ini mengusung tema "Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan" diikuti sekitar 7.000 peserta dari berbagai daerah, termasuk perwakilan majelis-majelis Buddha, tokoh nasional, serta jajaran pemerintah pusat dan daerah.

BACA JUGA: GRIB DIY Solid, Djoko: Taati Hukum dan Tingkatkan Peran Sosial

Dalam sambutannya, Ketua Umum WALUBI Dra (HC) S Hartati Murdaya mengajak umat Buddha untuk meningkatkan pengendalian diri dan kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan zaman demi terciptanya kedamaian dunia.

Danrem 072/Pmk dan sejumlah tamu VVIP || YP-Ist

Menteri Kebudayaan RI Dr Fadli Zon menyampaikan bahwa ajaran Buddha tentang kasih sayang, ketidakkekalan, dan etika sangat relevan dalam dunia modern yang penuh ketegangan dan konflik.

BACA JUGA: Merti Kampung Jogokariyan Dihadiri Walikota Hasto Wardoyo

Sementara itu, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Dr Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya menjaga persatuan dan harmoni nasional, serta memaknai perayaan Waisak sebagai warisan dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian.

Menteri Agus Harimurti Yudhoyono || YP-Ist

Menteri Agama RI Prof Dr Nasaruddin Umar turut menyampaikan salam hangat dari Presiden RI Bapak Prabowo Subianto untuk seluruh umat Buddha di Indonesia, seraya mengajak umat untuk merenungi makna spiritual Waisak di tengah dinamika kehidupan saat ini. (*/Red)

 


share on: