Reka Ulang Kasus 'Sate Beracun' Diwarnai Tangis Tersangka

share on:
Tersangka NA mengenakan kemeja tahanan biru diapit pengacaranya R Anwar Ary Widodo SH dan Wanda Satria Atmaja SH || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - NA (25) tersangka pengirim sate beracun yang menewaskan korban NF (10), tak sanggup membendung airmatanya ketika harus menjalani reka ulang, Senin(7/6/2021). Ia bahkan seringkali menunduk, dan bergerak agak gemetar manakala mempraktikkan satu adegan ke adegan berikutnya.

Namun berkat dorongan tim pengacaranya terdiri Fajar Mulia SH, R Anwar Ary Widodo SH dan Wanda Satria Atmaja SH, tersangka asal Majalengka itu pun sanggup menyelesaikan semua adegan.

“Maklum klien kami grogi dan mengeluarkan keringat dingin. Ini ujud dari suatu penyesalan,” ujar Ary Anwar tentang sikap tersangka yang mengaku menyesali perbuatannya.

Reka ulang dipimpin Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, mencapai 22 adegan yang diselesaikan dan melibatkan tersangka. Sedangkan adegan berikutnya khusus menyangkut dan dilakukan oleh Bandiman (47) pengemudi Ojol yang tak lain ayah korban.

Bermula saat tersangka memesan kalium sianida (KCN) secara cash on delivery (COD) melalui penjual online yang kemudian diterima pada beberapa hari berkutnya, yakni 31 Maret 2021.

Tersangka kemudian bergerak mengendarai sepeda motor dari rumahnya di Piyungan menuju Umbulharjo membeli sate di sebuah warung, disusul adegang mencampur 1 sendok sianida kedalam bumbu sate tersebut.

Puncak reka ulang tersangka adalah pada 25 April 2021. Sore menjelang waktu buka puasa, ia menuju sebuah masjid di sekitar Stadion Mandala Krida menyerahkan satu bercampur sianida tadi kepada Bandiman.

Sebagai pengemudi Ojol, Bandiman menurut saja perintah tersangka untuk mengantarkan sate ke rumah Tomi di wilayah Bantul. Tapi sesampai halaman rumah tersebut hanya ditemui istri Tomi, yang ternyata menolak menerima sate. Enolakan terjadi karena yang bersangkutan tidak merasa pesan sate dan tidak pula kenal dengan pengirimnya.

Bingung atas penolakan itu, Bandiman akhirnya membawa pulang sate ke rumahnya di wilayah Salakan, Bantul. Bertepatan waktu berbuka puasa, sate sempat disantap istri dan dua anaknya. Nahas terjadi, istri dan seorang anaknya yakni NF merasakan mual setelah menyantap sate itu sehingga dilarikan ke rumah sakit. Istr berhasil dipulihkan kesehatannya, sedangkan NF meninggal dunia.

Atas peristiwa itu polisi bergerak cepat dan berhasil meringkus tersangka pada 28 April 2021, di rumahnya. Hasil penyidikan sempat diakui perbuatan tersebut dilakukan sebagai pelampiasan rasa sakit hati dirinya terhadap T, walau kemudian salah sasaran karena yang menjadi korban justr NF.

AKP Ngadi menyetakan reka ulang dilakukan untuk melengkapi atau sinkronisani dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang segera harus dikirimkan ke Kejari Bantul.

“Segera kalau sudah dinyatakan lengkap, tersangka dan barang buktnya akan dilimpahkan ke Kejari untuk proses hukum berikutnya,” ujarnya. (Supardi/Met)

 

 

 

 

 


share on: