PWI Kecam Teror dan Ancaman Pembunuhan Jurnalis Detikcom

share on:

Yogyapos.com (JAKARTA) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengecam intimidasi dan ancaman pembunuhan terhadap wartawan Detik.com yang menulis berita terkait Presiden Joko Widodo, Selasa, 26 Mei 2020 lalu. Intimidasi dan ancaman bermula ketika Detik.com menurunkan berita tentang Presiden Joko Widodo membuka mall di Bekasi, Jawa Barat di tengah pandemi Covid-19.

Informasinya diperoleh berdasarkan pernyataan Kasubbag Publikasi Ekstensi Humas, Setda Kota Bekasi. Berita tersebut kemudian dikoreksi karena adanya ralat dari Kabag Humas, Pemerintah Kota Bekasi, yang menyebut bahwa Presiden hanya meninjau sarana publik dalam rangka persiapan new normal setelah PSBB. Intimidasi terhadap jurnalis Detik.com mulai terjadi setelah koreksi itu dipublikasikan.

“Identitas pribadi jurnalis dibongkar dan dipublikasikan di media sosial termasuk nomor telepon serta alamat rumahnya. Jejak digitalnya diumbar dan dicari-cai kesalahannya. Dia juga menerima ancaman pembunuhan via pesan Whatsapp,” jelas Ketua Umum PWI, Atal S Depari, dalam rilis yang diterima yogyapos.com, Sabtu (30/5/2020) malam.

Melalui siaran pers nomor 848/PWI-P/LXXIV/2020, PWI mengimbau masyarakat agar sengketa dengan media massa dapat diselesaikan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, untuk memperoleh hak jawab dan koreksi. Menurut Atal, Dewan Pers bisa mencarikan solusi melalui mediasi. Dengan kata lain, Dewan Pers berhak memberikan penilaian atas kode etik jurnalistik, serta berhak memberikan sanksi kepada media massa jika terbukti melakukan pelanggaran.

“Serangan serupa ditujukan pula pada redaksi media Detik.com. Rangkaian intimidasi dan ancaman terhadap wartawan jelas mencederai kemerdekaan pers sebagai pilar keempat demokrasi. Selain itu bertentangan dengan amanat UU Pers,” imbuhnya.

Sehubungan kasus tersebut, Pengurus Pusat PWI menyatakan mengecam keras aksi intimidasi dan ancaman pembunuhan terhadap wartawan Detik.com, mengingat wartawan saat menjalankan tugasnya dilindungi UU No 40 tahun 1999 tentang Pers. Setiap ancaman dan penghalangan terhadap wartawan dapat dikenakan hukuman penjara selama dua tahun dan denda Rp 500 juta.

“Kami meminta polisi segera menangkap pelaku intimidasi dan pengancaman pembunuhan. Kami juga meminta masyarakat, atau siapa saja yang merasa bahwa suatu pemberitaan tidak tepat bisa menggunakan hak jawabnya lewat sarana yang telah diatur sesuai UU Pers,” pungkasnya. (Muf)

 

 


share on: