Puluhan Warga Guwosari Tagih Janji UIN Sunan Kalijaga Bayar Uang Pembebasan Tanah

share on:
Usai unjukrasa di Balai Desa Guwosari, puluhan warga diterima oleh Plt Rektor UIN || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menerima warga Desa Guwosari Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul, menyusul aksi unjukrasa menuntut penyelesaian pembayaran tanah pengembangan kampus II UIN Sunan Kalijaga, Rabu (17/6/2020).

Warga yang datang didampingi oleh perangkat desa setempati pada intinya

mendesak agar UIN Sunan Kalijaga melunasi pembayaran tanah. Karena uang tersebut dibutuhkan oleh warga Pajangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Urusan ini tidak hanya di dunia saja dan akan ditanya di akhirat nantinya,” kata Dalijan mewakili warga.

Warga juga mengharapkan Pemerintah meminta kepada Presiden untuk membantu dalam penyelesaian pelunasan tanah milik 50 warga, baik lewat staf atau Menteri-menteri yang terkait dalam pengadaan tanah kampus ini. Sehingga nantinya kehidupan di Guwosari bisa terangkat ekonomi, sosial dan pendidikannya.

Menanggapi hal itu, Plt. Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr Phil Sahiron MA menyatakan pembebasan lahan bakal kampus II UIN dilakukan sejak 2015 hingga sekarang. Total ganti rugi yang sudah dibayarkan sebesar Rp 220,3 miliar dengan total luas tanah 481.676 M2, dan sisa hutang ganti rugi lahan adalah Rp149,5 miliar.

"Kami sudah berkali-kali mengajukan anggaran ke Kementerian Agama agar segera bisa membantu menyelesaikan pembayaran ganti rugi di tahun ini. Kalau tidak terbayar sampai tanggal 8 Februari 2021, maka kita harus mengajukan Izin Penetapan Lokasi (IPL) baru dan nanti harga untuk ganti rugi lahan lebih mahal lagi. “Kami sebenarnya juga sudah mendatangkan Wakil Menteri Agama untuk mensurvei lokasi kampus dan bertemu langsung dengan warga Guwosari, agar bisa segera terselesaikan pembayarannya,” tutur Sahiron.

Sebelum ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, warga Pajangan juga menggelar aksi unjukrasa di Balai Desa Guwosari Pajangan Bantul. Setelah itu melanjutkan aksinya ke UIN SK Yogyakarta dan berdialog. (Supardi)

 


share on: