Yogyapos.com (BANTUL) – Jalur ‘Cinomati’ Imogiri Bantul dijaga 40 personel yang tergabung dalam Forum Peduli Resiko Bencana (FPRB) Wonolelo Bantul. Penjagaan dilakukan lantaran selama ini rawan kecelakaan lalu lintas.
“Mereka, para personel FPRB bertugas secara bergiliran bersama Polri dan TNI selama sejak 22 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024 sore,” kata Koordinator Relawan, Ahmad Gufron di sela bertugas di Pos Pantau Cinomati, Minggu (31/12/2023).
BACA JUGA: Sukses di Fashion, Shella O Jaga Popularitas di Industri Musik Lewat Lagu Kemasan Baru
Menurutnya para relawan membantu dan memberi pertolongan kepada pengendara yang kendaraannya mogok atau tidak kuat saat menanjak di jalur ekstrem.
“Jika dihitung, sepeda motor dan mobil yang tidak kuat melewati tanjakan maupun mogok mencapai 100 unit. Begitu mogok atau tidak kuat, kami mendorongnya. Jika tidak kuat didorong ditarik dengan mobil,” kata Ahmad.
Paling sering terjadi hal itu saat hujan karena jalannya licin. Hal ini misalnya seperti terjadi pada Sabtu kemarin. Sedangkan di saat tidak gerimis relatif lebih aman.
BACA JUGA: Beraksi Sejak Tiga Bulan, Lima Copet Lintas Provinsi Ditangkap Petugas Polresta Yogya
Pada umumya yang mogok telat dalam mengoper gigi persneling. Pada umumya mereka yang belum mengetahui medan atau jarang lewat di jalur Cinomati. Sedanggkan warga setempat atau yang terbiasa lewat di jalur tersebut relatif lebih aman.
Karakteristik jalur Cinomati adalah sempit, banyak tanjakan dan tikungan. Maka bila berpasan di tikungan harus mengurangi gas dan akibatnya berat untuk naik.
BACA JUGA: 'Home Concert' Dodosi Latih Mental Bermusik Siswa
“Dkami mengimbau, agar para pengendara atau pengemudi menggunakan gigi persneling kecil (gigi 1) agar kuat kendaraan bermotornya kuat menanjak,” katanya.
Sementara untuk mengantisipasi dan meminimalisir laka lantas, di jalur ini oleh Dinas Perhubungan Bantul jalur itu telah dipasangi bebeberapa bener yang bertuliskan untuk mengingatkan para pengendara agar berhati hati dan mempergunakan gigi kresneleng 1. (Spd)
