Puluhan Guru SMP Ikuti Workshop Pemanfaatan AI di Balai Tekkomdik Yogya

share on:
Peserta Workshop pemanfaatan Artificial Inteligent atau Kecerdasan Artificial, di Balai Tekkomdik Yogyakarta, Kamis (13/11/2025) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) – Puluhan guru seni budaya dan prakarya tingkat SMP menguikuti Workshop pemanfaatan Artificial Inteligent atau Kecerdasan Artificial, di Balai Tekkomdik Yogyakarta, Kamis (13/11/2025).

BACA JUGA: Raihan Ihsan Pradana Siswa SMA Muhi Yogya Raih Medali Perak OMI 2025

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Oleh Raga Kota Yogyakarta Hasyim SIP MAcc, dihadiri Pengawas MGMP Seni Budaya dan Prakarya Drs Marsono MM.

Dalam workshop tersebut di papar jelaskan tentang pemanfaatan media teknologi digital dalam pembelajaran deep learning yang kini tengah digalakkan oleh Kemendikdasmen RI. 

BACA JUGA: Kompetisi Futsal Campus League, UNY Spektakuler Raih Double Champion Putra Putri

"Harapannya tentu para peserta dapat up to date dengan perkembangan teknologi yang kini deras menerjang. Biar peserta yang dalam hal ini para pendidik seni budaya dan prakarya tidak canggung dan gagap," ujar Cipto Suncoko, narasumber kegiatan workshop ini.

Kegiatan yang diselenggarakan jelang akhir tahun ini bukan hanya kegiatan rutinitas tahunan, namun betul betul memiliki peran yang sangat signifikan yakni kegiatan yang menjadi salah satu syarat sekolah bermutu.

BACA JUGA: Wamensos Agus Jabo Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Diponegoro

Karenanya jika guru memiliki kompetensi termasuk pemahaman pembelajaran mendalam atau deep learning. Pembelajaran Deep learning sendiri merupakan salah satu pendekatan pembelaran yang mengarah pada situasi menyenangkan. 

"Membangun kesadaran untuk belajar dan bermakna. Para guru tidak akan mengajar dengan konsep po date dalam bahasa Jawa yakni apa adate. Namun akan mengimplementasikan dengan kesadaran yang mendalam dalam mencerdaskan para peserta didik," lanjut Cipto Suncoko.

BACA JUGA: ISI Yogya Hadirkan Inovasi Pembelajaran Vokal Hybrid Jawa di Caturharjo

Cipto Suncoko juga menguraikan cara atau metode belajar dengan konsep atau pendekatan deep learning. Termasuk tentang implimentasi  bagaimana menyusun  rencana pembelajaran mata pembelajaran seni budaya dan prakarya yang didalamnya juga berisi bagaimana mengasesmenha. 

Dalam kesempatan tersebut Widyaprada yang mukim di Piyungan Bantul ini menjelaskan secara mendetail tentang kebijakan kebijkan pembelajaran mendalam atau deep learning. Baik itu konsep filsafatnya maupun juga teori dasar serta kerangka deep learning.

BACA JUGA: Faris Olish dari Radio Nabawi FM Penyiar Berita Terbaik KPID Award 2025

Para peserta tampak antusias yang menjadikan  suasana  diskusi dinamis. Para guru tampak antusias dalam diskusi dan akan mengimplemantsikan di sekolah masing masing.

"Kegiatan workshop semacam ini, perlu secara simultan dan menyeluruh diadakan diberbagai tempat. Agar pemerataan pengetahuan tentang penggunaan kecerdasan buatan dalam implementasinya di pembelajaran Deep learning ini bisa terseber keseluruhan lapisan stake holder pendidikan. Harapannya tidak ada kesenjangan lagi diantara sekolah yang ada," pungkas Cipto Suncoko. (*/IN Munir)


share on: