PT KAI Daop 6 Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan

share on:
Jajaran KAI Daop 6 saat melakukan sosialisasi keselamatan kepada pengguna jalan di perlintasan Lempuyangan || YP-Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Untuk menekan angka kecelakaan serta menumbuhkan kedisiplinan bagi pengguna jalan, KAI Daop 6 melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang Rabu (14/10/2020) pagi.

Manajer Humas Daop 6 Eko Budiyanto mengungkapkan, pihaknya terus berupaya memberikan edukasi dan sosialisasi. Dengan adanya sosialisasi keselamatan ini pihaknya berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang, sehingga angka kecelakaan dapat diminimalisir. 

“Selain di JPL 351 Lempuyangan, kegiatan sosialisasi ini juga diselenggarakan serentak di 33 titik perlintasan sebidang kereta api di Jawa dan Sumatera. Kami juga menggandeng Polri, Dinas Perhubungan, Pemerintah Daerah, serta Komunitas Pencinta Kereta Api (Railfans) untuk mengadakan sosialisasi bersama,” kata Eko kepada yogyapos.com, di perlintasan Lempuyangan.

Sejumlah relawan yang tergabung dalam Railfans membentangkan spanduk, membagikan stiker dan pamflet berisi info keselamatan. Imbauan juga disampaikan melalui pengeras suara agar pengguna jalan selalu berhati - hati.

Eko Budiyanto melanjutkan, sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang akan terus dilakukan. “Kami berpesan kepada masyarakat pengguna jalan agar dapat berdisiplin dan mengutamakan keselamatan. Dengan tertibnya masyarakat pengguna jalan dan peran optimal seluruh stakeholder, diharapkan keselamatan di perlintasan sebidang dapat terwujud sehingga perjalanan kereta api tidak terganggu dan pengguna jalan juga selamat sampai di tujuan,” imbuhnya.

Perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Banyaknya perlintasan sebidang di sepanjang rel dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat pengguna kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api.

Hal tersebut juga menjadikan perlintasan sebidang sebagai salah satu titik rawan kecelakaan. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, pengguna jalan diwajibkan menaati aturan dengan berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain. Pengguna jalan juga wajib mendahulukan kereta api. Aturan tersebut telah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114. Bagi pelanggar akan dikenai denda Rp 750 ribu atau kurungan penjara 3 bulan. (Fadholy)

 

 

 


share on: