Prof Yudiaryani: Teater Alam Harus Berhasil Tapaki Ritus Transisi

share on:
Prof Dr Yudiaryani MA

Yogyapos.com (YOGYA) - Teater tidak hanya melulu soal seni peran yang melingkupi dunia keaktoran, dunia kepenulisan naskah, penyutradaan dan manajemen seni pertunjukan. Teater juga melingkupi seni rupa, seni musik, penataan cahaya, tata busana, tata boga, dan banyak ragam seni lain. Termasuk seni rupa.

Demikian disampaikan Prof Dr Yudiaryani MA kepada yogyapos.com, Senin (10/10/2022). Hal ini disampaikan menyambut peringatan 50 Tahun Teater Alam yang akan digelar 9 Oktober 2022 hingga 18 November 2022 di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Bisa dibilang langka, lanjutnya, sebuah komunitas teater memayungi beragam aktivitas seni dan budaya sekaligus. “Teater Alam melakukan hal itu dengan penuh kesadaran, bahwa seni teater, pada galibnya adalah sebuah paket komplet,” tandasnya.

Menyinggung kilas balik sejarah, Guru Besar Teater ISI Yogyakarta ini menjelaskan, Teater Alam didirikan Azwar AN (alm) 4 Januari 1972. “Itu artinya, tahun ini, 2022, komunitas ini sudah berusia emas: 50 Tahun. Usia setengah abad adalah prestasi, karena tidak banyak komunitas yang bertahan selama itu. Terlebih ketika patronnya telah wafat,” papar Ketua Pelaksana Acara 50 Tahun Teater Alam ini.

Karena itu pula, imbuhnya, acara Peringatan 50 Tahun Teater Alam tahun 2022 ini terbilang spesial. Diawali dengan tagline yang digunakan, yakni “Karya Emas, Kerja Keras, Loyalitas”.

Selebrasi 50 tahun Teater Alam merupakan upaya membangun cita rasa baru yang mencerminkan interaksi antara seniman, karya, dan penikmatnya. “Usia 50 tahun merupakan tanda pendewasaan komunitas setelah masa transisi antargenerasi. Penerimaan terhadap pergeseran dan perubahan zaman dipastikan tidak mengalami penolakan individual, tetapi justru mengoptimalisasi peran kolektif,” paparnya.

Terkait peran Teater Alam di masa depan, penulis buku WS Rendra dan Teater Mini Kata ini menyampaikan, generasi demi generasi akan berganti dalam komunitas yang tidak lagi tertutup, seperti di masyarakat adat. “Teater Alam harus berani memerintahkan dirinya lebur dalam sikap reflektif dalam berbagai kreativitas anggotanya. Goncangan struktur mungkin terjadi. Komunitas Teater Alam tengah menghadapi tantangan untuk menapak ke anak tangga lebih tinggi. Selebrasi ulang tahun ke-50 diharapkan menjadi ungkapan kebahagiaan komunitas, keberhasilan menapak ritus transisi, dan berjalan menyambut era baru secara kolegial,” pesan dan harapannya.

Banyak ragam kegiatan sebagai penyemarak moment bersejarah ini.

Dalam bentang waktu 9 Oktober 2022 hingga 18 November 2022, Panitia Peringatan 50 Tahun Teater Alam menggelar sejumlah aktivitas yang dipusatkan di Taman Budaya Yogayakarta (TBY), dan satu kegiatan (seminar teater) yang dihelat di Museum Sonobudoyo, Yogakarta. Jika diklasifikasikan, jenis kegiatan tadi meliputi Performing Art, Workshop, Publishing, Art Exhibition, dan Seminar.

Terkait kegiatan perayaan 50 Tahun Teater Alam, Ketua Komunitas Teater Alam, Nana Azmita AN, menjelaskan Minggu, 9 Oktober di TBY, digelar kegiatan workshop teater dengan materi Penulisan Naskah, Penyutradaraan, dan Keaktoran dengan fasilitator para senior Teater Alam, diikuti para pelajar SLTA.

Pembukaan rangkaian kegiatan 50 Tahun Teater Alam dilakukan pada 12 Oktober 2022 di TBY pukul 12.45 WIB. Seminar ‘Reposisi Teater di Era Disrupsi’, tanggal 25 Oktober 2022 di Sonobudoyo mulai pukul 09.00 WIB. Ngayogya Mantra digelar pada 27 Oktober 2022, pukul 19.30 WIB di Concert Hall TBY.

Pada 13-18 November 2022, digelar pameran dan kuliner. Selain pameran lukisan, juga diadakan workshop industri kreatif, seperti shibori, eco-print, melukis batu, dan kuliner khas yang salah satu pojoknya adalah Lotek Teater Alam, untuk mengenang Lotek Yu Ti. Puncak kegiatan berupa Pentas dan Penghargaan di Concert Hall TBY tanggal 17 November 2022. Acara diisi antara lain fragmen teater dan pemberian penghargaan (Award) kepada para tokoh yang telah berjasa kepada Teater Alam. (Wahjudi Djaja)

 


share on: