Produksi 'Pancal Bike ' Nugroho Makin Diminati

share on:
Nugroho dan pancal bike karya kreasinya || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Terinspirasi membuatkan mainan anaknya berupa Bush Bike (sepeda dorong) di saat Pandemi Covid-19, Nugroho (37) warga Manggisan Karangturi Baturetno Banguntapan Bantul, menjadi produsen sepeda jenis itu, yang disebutnya ‘Pancal Bike’ (sepeda pancal).

“Saat itu sekitar Mei 2020, anak saya meminta Bush Bike. Saya mencoba menurutinya yaitu membuatkannya dengan mempergunakan bahan baku kayu. Hasilnya menurut para tentangga dan setelah masuk ke medsos, banyak yang menilai dan berkomentar bahwa sepeda itu bagus,” kata Nugroho saat memroduksi Pancal Bike, di rumahnya, Kamis (8/10/2020).

Dengan demikian, dirinya menjadi timbul minat untuk menjadi produsen sepeda jenis ini sekaligus sebagai usaha untuk mengais rejeki. Ternyata hasilnya juga lumayan. 

Hingga kini pihaknya setidaknya telah berhasil memproduski dan memasarkan Pancal Bike 75 hingga 100 buah ke DIY dan sebagian Jawa Tengah.

Harga jual sepeda ini berkisar 230.000 hingga Rp 350.000 per buah (atau tergantung jenisnya).

“Yah semoga ini bisa sebagai lantaran saya dalam mengais rejeki yang menguntungkan. Biaya produksinya per buahnya rata rata Rp 120.000 per buah. Waktu seharinya rata-rata bisa untuk memproduksi dua buah,” jelas Nugroho yang juga karyawan di sebuah toko kerajinan perak di Kotagede Yogyakarta, namun perusahaan tempat kerjanya terdampak Covid-19 dan menurun konsumennya.

Ia menmbahkan bahan baku dan semua perlengkapan diantaranya kayu, roda mati (ban tanpa angin), moer dan bautnya untuk membuat Pancal Bike relatif mudah diperoleh. 

Bisasanya para pengguna Pancal Bike adalah anak-anak yang berusia satu setengah hingga empat tahun.

Pengaamatan yogyapos.com menunjukkan, proses pembuatan bike jenis ini relatif terasa mudah. Namun memerlukan peralatan kerja yang praktis diantaranya bur dan gergaji. (Supardi)

 


share on: