Malioboro Jadi Ruang Akulturasi, Pawai 'Pesona Budaya Sumatera Utara' Pukau Wisatawan

share on:
Pawai 'Pesona Budaya Sumatera Utara' menghibur warga dan wisatawan di Malioboro, Minggu (26/7/2026) || YP-Jauh Hari

Yogyapos.com (YOGYA) — Malioboro kembali menjadi ruang perjumpaan budaya Nusantara. Delapan etnis asal Sumatera Utara membaur dengan kearifan lokal Yogyakarta dalam pawai dan pertunjukan seni Pesona Budaya Sumatera Utara 2026.

Sepanjang rute pawai, penampilan para kontingen disambut antusias masyarakat dan wisatawan yang memadati kawasan Malioboro. Baik masyarakat lokal maupun mancanegara. 

BACA JUGA: ‘Prahara Pulau Emas’, Merawat Ingatan Kolektif tentang Bencana Sumatera

Busana adat, musik etnik, tari tradisional, hingga atraksi budaya yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri. Melibatkan delapan kontingen etnis utama dari Sumatera Utara yang meliputi Etnis Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Nias, dan Melayu. 

Mereka akan menampilkan busana adat khas, kereta hias, musik etnik live, hingga tari jalanan interaktif yang memukau wisatawan.

BACA JUGA: Alumni UPN Veteran Yogyakarta dan Desa Sriwedari Perkuat Kemitraan Melalui Panggung Budaya

Pawai budaya yang diinisiasi Pemuda Batak Bersatu (PBB) DIY bersama Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Utara dan Persatuan Budaya Sumatera Utara (PBSU) itu berlangsung di sepanjang Jalan Malioboro, mulai kawasan DPRD DIY hingga Monumen Serangan Umum 1 Maret, Minggu (26/7/2026).

BACA JUGA: Eks Jampidsus Resmi Ditahan di Rutan KPK, Tanpa Rompi Tahanan dan Tak Diborgol

"Event ini sebagai wujud komitmen nyata dalam merawat warisan nusantara serta mempererat tali persaudaraan antar warga perantauan dengan masyarakat lokal Yogyakarta," kata Ketua Pembina Pesona Budaya Sumatera Utara untuk Indonesia Istimewa, Dewanto P. Siregar, Minggu (26/7/2026).

Dewanto bilang, Pesona Budaya Sumatera Utara 2026 bertajuk 'Menjaga Warisan, Merayakan Keberagaman'. Tema tersebut diwujudkan dengan keterlibatan bregada rakyat dalam pawai.

BACA JUGA: Kebakaran Hanguskan Gudang Produksi Pabrik Bambu di Pleret, Kerugian Lebih dari Rp 1 Miliar

"Pesannya, bahwasanya kami di Istimewa ini semuanya membaur menjadi satu, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Itu salah satu ikon yang memang kita tonjolkan, kita libatkan Bregodo rakyat untuk pawai kita tahun ini," ucapnya.

BACA JUGA: Peneliti UGM Kembangkan Produk Kosmetik Lulur Mandi dari Garam Pantai Selatan

Dewanto berharap, acara ini menjadi salah satu promosi budaya dan wisata yang ada di Sumatera Utara. Sekaligus berharap agar Pemerintah Daerah Sumatera Utara ke depannya agar bisa lebih tanggap dan peka terkait kegiatan budaya ini. 

"Karena melalui event budaya ini secara tidak langsung sudah membawa nama daerah dan nama masyarakat Batak di mata wisatawan yang ada di Yogyakarta," katanya.

BACA JUGA: UIN Sunan Kalijaga Yogya Mulai Pembangunan Kampus II di Bantul

Lebih lanjut, dia juga berpesan kepada masyarakat yang berasal Sumatera Utara di Jogja, khususnya, agar tetap mempertahankan budaya di tanah rantau. Perhelatan ini juga bentuk kontribusi positif pemuda Sumut dalam mendorong terciptanya suasana keamanan dan kenyamanan di Yogyakarta.

BACa JUGA: Saparan Ki Ageng Wonolelo, Masyarakat Berebut 1,5 Ton Apem

"Merdeka berbangsa, merdeka berbudaya. Untuk generasi yang saat ini dilema dengan politik yang ada, kita pertahankan budaya kita. Budaya kita adalah pemersatu bangsa, yaitu Bhinneka Tunggal Ika," tegasnya.

BACA JUGA: Pria 54 Tahun Ditemukan Tewas Terapung di Kolam Ikan, Punya Riwayat Epilepsi

Sementar itu, Danlanal Kolonel Laut (P) Hendra Siregar, mengatakan acara tersebut merupakan bagian dari integrasi budaya. Dimana etnis warga Sumut berkumpul bersama warga lokal DIY dalam sebuah pawai budaya.

"Tentu ini selaras dengan arahan dari Bapak Gubernur, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk selalu menjaga wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta agar selalu kondusif dan integratif untuk seluruh elemen masyarakat," kata Hendra.

BACA JUGA: Silaturahmi dengan Sri Sultan HB X, Menteri LH Jumhur: Kita Harus Mengayomi Lingkungan

Event tahun ini disupport total oleh Pemkot, Lanal, KOREM, Kodim dan Polresta DIY serta Mako Rimba. Rangkaian acara ditutup dengan penampilan musik di panggung utama yang menghadirkan Jogsi Brothers, Andre Saragih, dan ditutup penampilan Erick Sihotang. (Jhw)

 


share on: