Polres Sleman Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyok Anggota Satgas PDIP

share on:
Tiga tersangka pengeroyok anggota Satgas PDIP saat dihadirkan pada jumpa pers di Mapolres Sleman, Kamis (7/10/2021) || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Polres Sleman menetapkan 3 tersangka pengeroyokan terhadap Supriyanto (44) warga Mlati yang tercatat sebagai salah satu anggota satgas PDI Perjuangan Sleman yang terjadi pada 28 September 2021 sekira pukul 02.00 WIB.

Ketiganya, yakni DS (28) warga Sanden Bantul, AW (29) beralamat Depok Sleman dan YM (27) beralamat Kapanewon Bantul, Bantul. Ketiganya menyerahkan diri dan langsung menjalani penahanan serta diancam pidana penjara selama 12 tahun. Penetapan 3 tersangka dikuatkan dengan ditemukanya alat bukti dan keterangan sejumlah saksi.

Insden pengeroyokan hingga menaewaskan korban juru parkir rumah hiburan Boshe VVTI ini, diawali cekcok di kawasan Jalan Magelang Km 5,8 Kutu Patran Sinduadi, Mlati, Sleman lalu terjadi pengeroyokan. Akibat kejadian itu korban meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSA UGM Kronggahan Sleman.

"Kejadian ini tempat kejadian perkara atau TKP di jalan Magelang Km 5,8 Kutu Patran Sinduadi, Mlati, Sleman, pada hari Selasa tanggal 28 September 2021, kurang lebih pada jam 02.00 WIB. Kita sudah berhasil mengungkap dan mengamankan tiga orang tersangka,” terang Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono SIK kepada wartawan di Mapolres Sleman didampingi Kasat Reskrim, AKP Rony Prasadana dan Kasubag Humas, Iptu Edy Widaryanta, Kamis (7/10/2021).

Kapolres berharap dengan press release ini pengungkapan kasus menjadi terang dan perlu diketahui bersama bahwa ketiga pelaku menyerahkan diri ke pihak Kepolisian.

"Kami berharap kepada semua pihak untuk menahan diri, kita sudah melakukan upaya penegakan hukum secara profesional, transparan, dan kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.

Ditambakan Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rony Prasadana, mengatakan dalam kesimpulan awal penyebab kematian korban dikarenakan adanya benturan pada bagian kepala korban.

"Kronologis singkatnya, awalnya korban almarhum SP, dari parkiran KFC menuju ke Bar Cafe Boshe, di Boshe terjadi cekcok dengan kelompok pelaku karena yang bersangkutan mungkin telah terpengaruh alkohol, selanjunya cekcok berlanjut sampai halaman depan Boshe dan selanjutnya terjadilah peristiwa tersebut, penyebabnya hanya ketersinggungan tidak ada masalah yang lain,” beber Rony.

Sejumlah barang bukti yang diamankan diantaranya berupa pakaian, tas dan topi saat melakukan pengeroyokan. Ada sekitar 18 saksi yang telah diperiksa.

"Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 170 ayat (1), (2) ke-3e KUHP atau Pasal 351 ayat (1), (3) KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,"katanya.

Terpisah, Wakabid Hukum, HAM dan Perundang-undangan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman, H PK Iwan Setyawan SH MH mengungkapkan rasa terima kasih kepada jajaran penyidik Polres Sleman yang telah bekerja keras mengungkap kasus penganiayaan yang mengakibatkan Supriyanto meninggal dunia dalam waktu yang cepat dengan menetapkan sebanyak 3 orang tersangka, AW, DS dan YM.

“Kami menghimbau kepada semua kalayak untuk menghormati proses hukum yang sedang dilakukan jajaran penyidik Polres Sleman dan tetap menjaga kondusif di wilayah khususnya Sleman umumnya di DIY. Kami juga telah dilibatkan dalam gelar perkara dan juga di perlihatkan rekaman CCTV dari Boshe sebanyak 1 buah dan 2 unit rekaman CCTV dari JCM, dari apa yang kami ber dua lihat dari rekaman CCTV tersebut, memang hanya 3 orang yang terlihat melakukan penganiayaan terhadap Almarhum Supriyanto,” tutur Iwan kepada yogyapos.com usai mengikuti gelar perkara kasus ini. (Opo/Agn)


share on: