Polres Sleman Tangkap Dua Pelaku Penusukan yang Tewaskan Korban

share on:
KBO Reskrim Polres Sleman, Ipda M. Safiudin SH MH (nomor 2 dari kanan) saat menunjukan barang bukti || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dalam waktu relatif singkat jajaran Polres Sleman berhasil membekuk dua pelaku penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Supriyanto (23) warga Dusun Pecokan, Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Peritiwa penganiayaan terjadi terjadi pada 26 Juni 2021. Pelaku merasa tersinggung lantaran diteriaki oleh korban hingga berujung cecok dan penusukan pada bagian perut korban.

Pelaku S (35) sebagai eksekutor penusukan dan RO (29) berperan joki motor, keduanya warga Kapanewon Jetis Kota Yogyakarta, kini ditahan di Mapolres Sleman

KBO Reskrim Polres Sleman, Ipda M. Safiudin SH MH, tempat kejadian berada seputaran Simpang Empat Koroulon, Banjarharjo, Kalurahan Bimomartani Kapanewon Ngemplak, sekitar Jam 20.10 WIB. Peristiwa berlangsung secara spontan karena tersangka merasa tersinggung dengan korban.

“Awal mula kejadian, pada hari Sabtu tanggal 26 Juni 2021 sekira pukul 20.10 WIB korban Supriyanto berboncengan dengan temannya, saat itu korban bermaksud untuk mancing di daerah Kadisoko Kalasan Sleman, namun di simpang empat Banjarharjo Bimomartani, saksi dan korban melihat ada kedua pelaku yang saat itu berboncengan dengan mengunakan sepeda motor Mio J warna hitam list pink,” terang Saifudin didampingi Kanit Reskrim Polsek Ngemplak Iptu Sutriyono SH MH, Panit Reskrim Polsek Ngemplak Ipda Sagimin Kanit 2 Ranmor Ipda Lilik Mulyadi SH MM kepada wartawan dalam jumpa pers di Mapolres Sleman, Senin (28/6/2021).

Dikatakannya, di Perempatan Korowulan awal percecokan terjadi, dari arah timur kedua pelaku berbelok secara mendadak kearah utara, sedangkan korban dan saksi juga bergerak ke arah yang sama.

“Korban merasa kaget, lalu korban dan saksi meneriaki pelaku, dari teriakan itu korban merasa tidak terima kemudian mengejar korban dan saksi hingga di perempatan Korowulan, di situ terjadi cekcok mulut dan terjadi keributan, korban sempat melakukan perlawanan kemudian tersangka mengeluarkan pisau belati atau Bayonet dan langsung ditusukkan kepada korban,” ungkapnya.

Setelah ditusuk, lanjutnya, korban tersungkur dan para pelaku melarikan diri ke arah Barat. Saat pengembangan, dilakukan pengejaran oleh petugas pelaku yang residivis ini merasa ketakutan kemudian menyerahkan diri.

“Korban saat dilarikan ke rumah sakit, lalu selang satu jam korban meninggal dunia. (35) dan RO (29) keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan,” katanya.

Barang bukti yang diamankan, diantaranya berupa 1 unit sepeda motor merk Yamaha Mio J dan sebilah pisau Bayonet atau pisau sangkur dan pakaian yang dikenakan oleh pelaku.

“Berdasarkan alat bukti dan saksi, kedua tersangka dikenakam Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebankan korban meninggal dunia, dan Pasal 354 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan berat, dengan ancaman 7 tahun penjara atau 10 tahun pidana penjara. Terkait kepemilikan pisau masih kita kembangkan lebih lanjut,” ungkapnya. (Opo)

 

 

 

 


share on: