Polres Bantul Sudah Prosedural Menetapkan Status Tersangka Leohardy

share on:
Suasana sidang praperadilan dengan agenda pembacaan putusan di PN Bantul, Senin (03/1/2022) sore || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Upaya Leohardy Fanani lepas dari status tersangka akhirnya kandas, setelah praperdilan terhadap Kapolres Bantul yang diajukannya ditolak oleh PN Bantul, Senin (03/1/2022).

Hakim tunggal Gatot Raharjo SH dalam putusannya, menyatakan tidak menerima prapreadilan tersebut karena penetapan dirinya sebagai tersangka oleh termohon sudah sesuai prosedur yang diatur dalam Undang-undang. Yakni melalui serangkaian proses gelar perkara dan berdasarkan dua alat bukti.

“Menimbang penetapan status tersangka pemohon oleh termohon sudah sesuai prosedur, berdasarkan dua alat bukti. Oleh karenanya praperadilan ditolak seluruhnya,” tegas hakim dalam persidangan yang dimulai Pukul 16.00 WIB.

Sidang pembacaan putusan dilakukan sore, lantaran pada pagi harinya juga digelar persidangan kasus ini dengan agenda pembacan kesimpulan dari termohon maupun pemohon. Dan sidang harus diputus hari itu juga, sebab sesuai hukum acara, sidang praperadilan memang wajib selesai seminggu sejak dimulainya pembacaan permohonan.

Kuasa hukum pemohon Dadang Danie P SH mengaku kecewa. Meski demikian pihaknya tetap menghormati putusan hakim. Sedangkan salah satu Tim Kuasa Hukum Polres Bantul, Heru Nurcahya SH MH menyatakan mengapresiasi putusan tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa mengenai adanya beberapa Sprindik, hal itu tidak menyalahi, serta tidak ada istilah pencabutan sprindik. Karena Sprindik sebelumnya adalah sebagai dasar Sprindik berikutnyaa.

Dengan adanya putusan ditolaknya praperadilan, pihak termohon akan melanjutkan proses hukum terhadap pemohon sebagai tersangka hingga ke pengadilan. (Spd/Met)


share on: