Yogypos.com (YOGYA) - Persoalan yang dihadapi guru dalam menerjemahkan kebutuhan belajar siswa masih saja ditemukan, hal ini berimbas siswa mengalami kesulitan belajar dan kurang termotivasi. Sehingga dibutuhkan program pengembangan guru melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi.
Hal tersebut menjadi perhatian Prodi Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dalam menjalankan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di MTs Al Abror, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
BACA JUGA: Desideria PhD Peroleh Beasiswa Australia, Soroti Inklusivitas dalam Pendidikan Tinggi
"Kita telah melaksanakan kegiatan PkM di MTs Al Abror Sawangan pada pertengahan Februari 2025,"kata Ketua Kegiatan PkM, Dr Muhammad Zuhaery MA, Senin (7/7/2025).
Zuhaery menjelaskan, program PkM ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MTs Al Abror Sawangan melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi.
BACA JUGA: Lakalantas Pembunuh Tertinggi di Bantul, Kapolres Berpesan Begini
"Permasalahan yang dihadapi mitra adalah guru kesulitan dalam mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang beragam, yang mengakibatkan beberapa siswa mengalami kesulitan belajar dan kurang termotivasi," jelasnya.

Melalui kegiatan ini, ungkapnya, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam memahami, merancang, dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, lantas mengembangkan media dan sumber belajar yang bervariasi dan mendukung pembelajaran berdiferensiasi, serta meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan hasil belajar siswa.
BACA JUGA: Mayjen TNI Achiruddin Pegang Tongkat Komando Kodam IV/Diponegoro
"Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan dan pendampingan bagi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, dengan menekankan pada peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan inovasi pembelajaran,"ungkapnya.
Metode yang diterapkan antara lain melalui workshop, diskusi, simulasi, dan pendampingan implementasi di kelas. Sedangkan pihak sekolah berperan aktif dalam program ini dengan menyediakan fasilitas, mengatur jadwal pelatihan, mendukung guru untuk berpartisipasi, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi program.
BACA JUGA: Pencuri Celdam Mantan Pacar Telah Dimaafkan
"Dalam workshop dipaparkan terkait pengenalan konsep dan strategi pembelajaran berdiferensiasi, simulasi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi serta pendampingan bagi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, dan evaluasi dan refleksi program," sambungnya. (*/Opo)
