Pilpres Tinggal 24 Hari, Timnas AMIN Ajak Masyarakat Jadi Saksi Perubahan

share on:
Ahmad Yani, Deputi Pelatihan dan Saksi Timnas AMIN pada Silaturahim Bimtek Saksi No 1 AMIN Pilpres 2024 Bersama TKN AMIN, di Ponpes Darussalam Kasumalang, Subang, Jabar, Sabtu (20/1/2024) siang || YPIst

Yogyapos.com (SUBANG) - Timnas Pasangan Calon Presiden - Wakil Presiden Anis R. Baswedan - Muhaimin Iskandar (AMIN) mengajak masyarakat untuk menjadi saksi perubahan pada Pilpres 14 Februari atau tinggal 24 hari lagi.

“Pilpres ini akan menentukan nasib bangsa imi apakah akan bangkit atau makin terpuruk,” kata Ahmad Yani, Deputi Pelatihan dan Saksi Timnas AMIN pada Silaturahim Bimtek Saksi No 1 AMIN Pilpres 2024 Bersama TKN AMIN, di Ponpes Darussalam Kasumalang, Subang, Jabar, Sabtu (20/1/2024) siang.

BACA JUGA: Audiensi dengan Danrem, LVRI DIY Nyatakan Netralitasnya di Pemilu 2024

Sejumlah tokoh Timnas AMIN hadir dalam kesempatan itu antara lain Bachtiar Chamsyah (penasihat), Ahmad Yani (Deputi Pelatihan dan Saksi Timnas), Said Didu (Jubir), Adhie Massardi (Jubir), Agung Prabowo (Kedeputian Kecurangan dan Perlindungan Saksi), Abdurrahman SH (Kedeputian Perlindungan dan Kecurangan Saksi), dan Adnin Armas MA (Direktorat Pelatihan Saksi).

Silaturahim diikuti oleh sekitar 500 relawan dan dihadiri langsung oleh pimpinan Ponpes Darussalam KH Ahmad Juanda. 

BACA JUGA: Modus Pungli di Rutan KPK, Ngecas Ponsel Rp 200-300 Ribu

Waktunya Pendek

Dalam kesempatan Ahmad Yani mengakui jika waktu untuk mencapai perubahan sudah pendek. Karena itu, ia  meminta para relawan mengajak sebanyak-banyaknya orang mendukung AMIN.

“Satu kasur, satu dapur, dan satu sumur harus pilih AMIN,” ujar Yani.

Para calon saksi perubahan || YP-Ist

Sementara Penasihat Timnas AMIN Bachtiar Chamsyah menyampaikan, meski dalam 10 tahun terakhir paling dirugikan oleh kebijakan pemerintah namun umat Islam harus bangkit, dengan memenangkan pasangan AMIN.

BACA JUGA: Plafon SDN Terban Cangkring Sidomulyo Runtuh Melukai Tiga Siswa

Ia menyebut bersatunya NU  dan keturunan Masyumi atau Muhammdiyah dalam diri pasangan AMIN, dan bersatunya NU dengan PKS, tidak pernah terjadi dalam 30 tahun terakhir.

“Ini tanda-tanda kemenangan dari Allah untuk ummat Islam,” tutur Bachtiar.

Namun mantan anggota dua periode dan mantan anggota kabinet pemerintahan Presiden  Megawati dan SBY itu mengingatkan para relawan bahwa kemenangan harus diraih dengan kerja keras.

“Allah tidak akan merubah nasib kita kalau kita tidak berbuat,” tegas Bachtiar.

BACA JUGA: Anindya SH: Klien Kami tidak Terlibat Mafia Bola

Sebelumnya Jubir Timnas AMIN Adhi Massardi menyampaikan, NU paling berpengalaman ikut Pemilu. Karena itu, ia yakin dalam Pilpres kali ini NU akan kuat di Jatim, Jateng, dan Jabar.

“NU tetap satu, di bawah itu tetap satu tidak ikut-ikufan konflik di antara pimpinanannya,” ungkap Adhi Massardi.

Sedangkan Said Didu menyampaikan, 'Samsul' telah menyatukan rakyat yang dirugikan kebijakan rezim. Namun ia mengingatkan untuk memenangkan pasangan AMIN harus siap hadapi tekanan aparat. “Kita harus rame-rame hadapi kecurangan,” tegasnya. (*/Toha)


share on: