Perhelatan ArtJog Diundur Tahun 2021

share on:
Direktur Eksekutif Art JOG, Heri Pemad || YP-Ist    

Yogyapos.com (YOGYA) - Menyusul diberlakukannya masa tanggap darurat nasional yang disebabkan pegeblug Covid-19 di Indonesia, festival seni rupa kontemporer ARTJOG telah memutuskan untuk menunda dan menjadwalkan ulang program-programnya. Sedianya, perhelatan edisi tahun 2020 (MMXX) yang mengusung tajuk time (to) wonder ini akan berlangsung pada 23 Juli-30 Agustus.

Dalam siaran pers yang diterima Yogyapos.com pada Rabu (22/4), Heri Pemad Manajemen (HPM) selaku penyelenggara ARTJOG, akan menggeser waktu penyelenggaraan ke tahun 2021, sekaligus mencanangkan 'edisi tanggap darurat' yang bertujuan merespon situasi yang melanda Indonesia. “Ini sebuah keputusan yang harus kami ambil dengan berat hati di masa yang sulit. Saya kira semua orang mengakui

bahwa selama belasan tahun ARTJOG telah menjadi kegiatan seni rupa yang selalu ditunggu oleh khalayak seni rupa nasional maupun internasional. Segenap tim HPM dan para kurator telah mencurahkan tenaga dan pikiran untuk penyelenggaraan festival tahun ini. Tapi situasi berkata lain. Untuk itu kami meminta maaf kepada segenap khalayak pendukung ARTJOG 2020, juga kepada para seniman yang telah kami undang untuk berpartisipasi pada festival tahun ini,” ungkap Heri Pemad selaku Direktur Eksekutif ARTJOG.

Salah satu founder ARTJOG Bambang Witjaksono mengatakan, penjadwalan ulang pada awalnya disebabkan oleh hambatan-hambatan teknis. Tapi pihaknya berpikir lebih jauh, bagaimana krisis ini justru dapat mendorong kita untuk bertindak lebih kreatif, dengan menelurkan ide-ide segar yang cemerlang. “Meskipun terhitung sebagai pihak yang terimbas secara signifikan oleh krisis ini, ARTJOG mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah untuk memberlakukan berbagai aturan selama masa tanggap darurat nasional ini. ARTJOG percaya bahwa para perupa adalah kelompok sosial yang tidak pernah mengenal kata menyerah dihantam krisis. Sejarah telah membuktikan bagaimana karya-karya

seni besar justru lahir di tengah berbagai situasi krisis kemanusiaan yang pelik,” ujar Bambang.

Sementara itu Ditya Sariastuti, Wakil CEO HPM mengutarakan jika tahun depan ARTJOG juga akan berusaha mempertahankan beberapa

program andalan seperti Special Presentation, Young Artists Awards, Daily Performance, LeksiKon dan Meet the Artists. “Saat ini

manajemen HPM dan tim kurator ARTJOG tengah menggodog ide-ide baru untuk menghelat sebuah kegiatan khusus yang tetap akan dilangsungkan pada tahun ini. Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan

bagaimana kreativitas para seniman tidak serta-merta mati dihantam pandemik Corona,” tandas Ditya. (Dol)

 

 

 


share on: