Perajin Anyaman Bambu Nambongan Berusaha Bertahan dalam Keterpurukan

share on:
Salah satu perajin anyaman bambu di Dusun Nambongan || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Gempuran pandemi Covid-19 berdampak buruk pada hampir seantero sendi kehidupan, terlebih sektor usaha kecil, seperti yang dirasakan salah satu pengrajin anyaman bambu atau Gedek Bambu di wilayah Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati ini.

Seiring kemajuan teknologi dengan bahan material modern, ternyata hasil kerajinan tangan berupa anyaman Gedek berbahan bambu ini tak kalah saing, bahkan menembus negara manca, namun sayang sejak terjadi wabah korona berimbas pada penurunan omset penjualan.

“Produksi anyaman bambu ini, kita  sudah mulai dijalani sejak tahun 2000, merupakan usaha rumahan. Sejak terjadi  penularan virus  korona produksi kami turun drastis hampir 50 persen dan  secara langsung berdampak penurunan omset, sebelumnya pernah ada dari negara Malaysia yang mengambil dari kita , saat ini sudah tidak lagi,” kata Beni Juranto pemilik usaha gedek anyaman saat ditemui yogyapos.com rumah produksi di Padukuhan Nambongan RT 02 RW 32, Tlogoadi, Sleman, Selasa (16/3/2021).

Dijelaskanya, ragam  industeri bambu yang diproduksi terdiri dari bombu motif dan motif polos, ada yang berbahan kulit bambu dan aten-aten, selama ini kata dia, bahan baku berupa bambu wulung didapatkan dari wilayah Purworejo Jawa tengah, sedangkan bambu putih diperoleh dari limbah pembuatan besek dan kipas.

“Kita terkendala mendapatkan bahan terutama dari limbah pembuatan Kipas karena mereka juga terdampak Covid alias macet. Sehingga kita tidak bisa maksimal memenuhi permintaan pasar. Yang jelas omzet kami turun yang semula bisa mencapai diatas Rp 2 juta, untuk saat ini hanya Rp 900 ribu-an saja,” ungkapnya.

Hasil kerajinan bambu yang dihasilkan dengan ukuran bervariasi, mulai ukuran lebar sekitar 1 meter dengan panjang bervariasi antara 2 meter 20 meter, sedangkan yang untuk ukuran 2 x 2 meter jenis anyaman polos.

”Untuk harga tergantung ukuran, biasanya kita hargai Rp 30 ribu  hingga Rp 40 ribu per meter persegi, produksi kami tidak dilakukan sendiri, kita juga memberdayakan masyarakat sekitar, semoga saja corona segera sirna ,” katanya, diapun berharap pemerintah memperhatikan nasib usaha kecil ini.

Rumah  produksi kerajinan Gedek berbahan bambu ini terletak di Padukuhan Nambongan RT 02 RW 32, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, Nomor HP 082134388877. (Eko Purwono)

 

 

 


share on: