Penyidikan Terhadap Oknum Anggota DPRD Bantul Dihentikan, Ditempuh Restorative Justice

share on:
Jumpa pers penghentian penyidikan di Mapolda DIY, Kamis (24/11/2022) || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Perkara dugaan penipuan dan penggelapan bermodus janjikan lolos penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang melibatkan oknum anggota DPRD Bantul berinisial ESJ (37) dihentikan melalui mekanisme restorative justice atau keadilan restoratif.

Penghentian penyidikan dilakukan terhadap tiga laporan kepolisian yang telah melalui gelar perkara, kemudian dihentikan penyidikan terhadap pada 15 November 2022.

“Perkara telah selesai melalui restorative justice, terhadap tiga laporan tersebut sudah dianggap selesai atau bahasa hukumnya telah dilakukan penghentian penyidikan,” jelas Kabid Humas Polda DIY,  Kombes Pol Yuliyanto saat menggelar jumpa pers di Mapolda DIY, Kamis (24/11/2022).

Sebelumnya tiga orang yang melaporkan ESJ dengan sangkaan pasal 372 KUHP dan pasal 372 KUHP telah melakukan pencabutan laporannya di Polda DIY. Pihaknya menandaskan dalam perjalanannya hanya memberikan ruang mediasi untuk dapat dilakukan proses restorative justice.

“Penyelesaian itu pembayaran itu kerugian itu tidak dilakukan di kantor polisi, tetapi kesepakatan antara terlapor dan pelapor yang jelas bukan di kantor polisi, kemudian hasil kesepakatan disampaikan ke Polda,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP K. Tri Panungko menjelaskan proses penghentian penyidikan telah melalui serangkaian proses yang telah sesuai prosedur.

“Pelapor atas nama Harjiman warga Bantul sudah menunjukkan kuitansi pelunasan uang sebesar Rp 75 juta pada 11 Oktober 2022,” kata Tri Panungko. Ditanggal yang sama ditempuh oleh pelapor Y Sutarno setelah menunjukkan kuitansi pembayaran senilai Rp 40 juta, begitu pula pelapor Agus Sumanto juga sudah menunjukkan kuitansi pembayaran senilai Rp 150 juta kemudian mencabut laporan.

Sebelumnya, Polda DIY telah  menangkap dan menetapkan tersangka anggota DPRD Bantul berinisial ESJ (37) terkait dugaan penipuan dan penggelapan penerimaan CPNS, menjalani penahanan sejak 30 September 2022. (Opo)

 

 

 


share on: