Penting bagi Orangtua Hindari Anaknya Terjerumus Aksi Klithih

share on:
Safrudin Tamar SH || YP-Eko Purwono

PROSES mendapatkan jati diri yang dialami oleh anak muda terkadang justru terjerumus ke hal yang negatif, hal tersebut menjadi salah satu pemicu remaja cenderung melakukan tindakan kejahatan jalanan atau yang kerap disebut dengan istilah klitih. Fakta yang terjadi bahwa aksi klitih biasanya tidak segan melukai korban dengan cara mengeroyok, menyerang bahkan dengan menggunakan senjata tajam.

Hal tersebut menjadi keprihatinan bersama, akan semakin marak dan komplek permasalahannya andaikata tidak segera ditangani bersama stakeholder terkait. Sorotan publik atas maraknya aksi klitih di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, salah satunya dilontarkan oleh Safrudin Tamar SH salah satu advokat asal Bantul.

“Menurut saya, masalah kenakalan remaja atau klitih itu kunci satu-satunya pengawasan dari orang tua, jalan pikiran remaja lebih cenderung labil sehingga dibutuhkan perhatian lebih ekstra, contohnya waktu sekolah jam berapa. Saat malam kok pergi hingga larut, nah itu kita wajib saling memantau terus,” tutur advokat yang tergabung dalam organisasi Federasi Advokat Indonesia saat berbincang dengan yogyapos.com, Sabtu (22/1/2022).

Bentuk pengawasan, kata dia, termasuk memantau pergaulan yang dilakoni si anak, perlu kiranya digali informasi perihal siapa teman bermainnya, dimana tempat bergaul dan jika belum cukup umur jangan dilepaskan untuk membawa kendaraan bermotor.

“Termasuk pergaulan, perlu dicari tahu apakah pergaulannya cenderung positif atau negatif, keberadaan geng-geng juga menjadi pemicu aksi klitih, itu yang juga perlu mendapat atensi. Pengenalan ilmu agama perlu ditanamkan sejak dini dan pentingnya menanamkan akhlak yang mulia,” imbuh pria asal Kecamatan Dlingo ini.

Dirinya berharap kejahatan jalanan ini segera terurai akar permasalahannya dengan dilibatkannya seluruh komponen terkait, apresiasi disampaikan kepada pihak Kepolisian dengan sikap tegas menindak pelaku kejahatan jalanan sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami berharap aksi-aksi klitih ini jangan sampai terjadi lagi, seluruh pihak harus turun tangan untuk mengatasinya, termasuk kami selaku bagian dari penegak hukum. Andaikata aksinya sangat membahayakan orang lain kami berharap untuk ditindak tegas untuk memberikan efek jera,” ujarnya. (Opo)

 

 


share on: