Penghargaan kepada Polda DIY Atas Pengungkapan Jual Beli Satwa dan Tumbuhan Liar

share on:
Kepala BKSDA, M Wahyudi (kiri) menyampaikan penghargaan kepada Polda DIY diterima Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Kompol, Wilson BF Pasaribu || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan kepada anggota Personel Subdit IV atau Tipiter Ditreskimsus Polda DIY dalam pengungkapan dan penanganan perkara jual beli tumbuhan dan satwa liar (TSL).

Penyampaian apresiasi disampaikan secara simbolis oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Muhammad Wahyudi SP MSc kepada Kasubdit IV/Tipiter Ditreskrimsus Kompol Wilson BF Pasaribu disaksikan Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto dan Wadir Reskrimsus AKBP FX Endriadi SIK di Lobi Mapolda DIY, Rabu (30/6/2021).

“Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jenderal  Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem berkomitmen terhadap upaya-upaya pencegahan pelanggaran di bidang tumbuhan dan satwa liar,” jelas Kepala BKSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi kepada wartawan disela kegiatan.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan menyampaikan penghargaan kepada pihak manapun atas upaya dan konsistensi dalam penegakan hukum di bidang tumbuhan dan satwa liar (TSL), termasuk kepada aparat penegak hukum, aparat pemerintah, masyarakat maupun LSM, jangan sampai anak cucu hanya tinggal mendengar cerita tentang keberadaan satwa-satwa tersebut. 

“Pak Dirjen kali ini memberikan penghargaan kepada 13 anggota Dirkrimsus Polda DIY terkait penegakan hukum di bidang TSL, termasuk perdagangan konvensional maupun online. Ini merupakan bentuk penghargaan dan bentuk apresiasi KLHK kepada Polda DIY dan jajaranya dalam rangka mendukung kerjasama dan sinergitas BKSDA Yogyakarta,” ungkap dia.

Pada waktu bersamaan digelar konferensi pers, Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY mengamankan seorang berinisial GS yang dengan sengaja menjual burung Nuri Maluku atau Red Loti (Eos Bornea) endemi Indonesia. Burung Nuri Maluku sebagai salah satu hewan yang dilindungi tersebut dijual melalui media sosial dengan harga Rp 1 juta. 

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto bersama Wadir Reskrimsus AKBP FX.Endriadi SIK mengatakan, bahwa petugas saat patroli di media sosial mendapati akun yang menjual hewan dilindungi satwa jenis Nuri Maluku. 

“Kemudian petugas berkoordinasi dengan BKSDA untuk memastikan bahwa hewan tersebut meruapakan satwa yang dilindungi, ternyata benar bahwa satwa tersebut termasuk hewan yang dilarang untuk diperjual-belikan maka dilakukan penangkapan,” terang FX.Endriadi

Diungkapkan pula, dari hasil pengembangan petugas berhasil mengamankan pelaku dan menyita  sebanyak 

8 ekor burung berbagai jenis, tempat tengger burung, dua sangkar burung, satu buah smartphone dan nominal uang tunai senilai  Rp 1 juta.

“Selain mengamankan pelaku GS, petugas juga mengamankan seorang pemuda berinisial EP yang memiliki dan menjual hewan satwa dilindungi berupa tiga ekor Lutung Budeng warna hitam atau Trachypithecus Auratus melalui media sosial no pada Senin 28 Juni yang lalu,” katanya.

Tiga ekor Lutung tersebut dijual dengan harga Rp 1.550.000. Petugas menyamar sebagai pembeli dan sepakat bertemu COD di Lapangan Bogem Kalasan Sleman. 

“Kedua pelaku GS dan EP tidak dilakukan penahanan, namun demikian akibat perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI tahun 1990 dengan penjara paling lama lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta,” tandasnya. (Eko Purwono)

 

 

 

 


share on: