Penganugerahan Anti Korupsi Bakal Dimeriahkan 'Ayun-ayun Negeri' Garin Nugroho

share on:
Sejumlah pihak yang terlibat dalam penggarapan Ayun-Ayun Negeri saat memberi keterangan pers || YP-Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Sutradara kawakan Garin Nugroho bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghelat pertunjukan teater musikal bertajuk ‘Ayun-ayun Negeri’. Agenda ini menjadi rangkaian dari Hari Anti Korupsi Sedunia. Pihak KPK pun sangat mengapresiasi upaya para seniman yang peduli dengan gerakan antikorupsi.

Teater musikal ini akan dipentaskan pada malam Anugerah Penghargaan Pemenang Anti Corruption Film Festival (ACFEST) pada 8 Desember secara live di TVRI pukul 19.00-21.00 WIB.

Garin Nugroho selaku sutradara menjelaskan, fenomena esensi panggung dalam kaitannya dengan film kini mulai bergeser ke daring alias online.

“Pandemi menjadi tantangan dalam mengelola sebuah karya. Sangat tidak mudah mengangkat tema yang berhubungan dengan politik dan sosial untuk dibawa ke panggung. Bisa dikatakan teater musikal ini menggabungkan antara pantun, tonil hingga broadway ala Yogya,” katanya.

Sementara itu Direktur Pelayanan Masyarakat KPK, Giri suprapdiono, menegaskan bahwa edukasi melalui seni sangat efektif. Tajam namun tak melukai. Menanamkan nilai luhur tanpa menggurui. “Karya seni yang baik adalah yang mampu menstimulus penontonnya membangun hati nurani. Korupsi terjadi lantaran buruknya sistem dan pribadi yang lemah secara integritas. Pendekatan yang dilakukan KPK selain OTT adalah pengembalian aset hasil korupsi,” kata Giri usai pemutaran ‘Ayun-Ayun Negeri’, di Kedai Kebun Tirtodipuran Yogya, Minggu (29/11/2020).

Sebagai pemeran utama, Paksi Raras dan Sekar Sari menuturkan jika dongeng ini mengajarkan dan menginspirasi dengan caranya sendiri. “Kami berharap karya ini bisa mencerahkan dunia pendidikan dan lini antikorupsi. Dongeng ini menjahit sebuah kisah akan sejarah korupsi yang sudah terjadi sejak lama. Para pemeran pun harus paham akan keresahan yang melanda negeri, lantaran terayun-ayun korupsi,” ujar mereka berdua.

Asisten Sutradara Jamaludin Latif menambahkan, persiapan penggarapan teater musikal ini waktunya sangat mepet. Dari alur naskah, pemilihan pemeran, setting panggung, koreografi dan ambience sound. “Ibarat kata seperti ‘Bandung Bondowoso’, membuat 1.000 candi dalam waktu semalam. Kami pun sangat puas dengan hasilnya. Terimakasih apresiasi positif yang diberikan penonton. Ini menjadi pelecut kreatifitas kami di masa pandemic,” tukas Jamaludin.

repertoar ‘Ayun-Ayun Negeri’ mengkisahkan tentang Juru Pengarah Perempuan yang ingin menceritakan riwayat Indonesia dari era revolusi industri 1.0 dari zaman Moi Indie hingga era sekarang. Juru Pengarah Perempuan ini memahami bahwa di setiap revolusi selalu ada praktik korupsi. Bersama Juru Naskah, mereka berdua lalu meneliti tentang masyarakat sipil yang sehat, produktif dan kritis. Percikan cinta pun terjadi diantara mereka berdua. (Fadholy)

 

 

 

 


share on: