Pengacara Penambang Pasir Ilegal Nyatakan Kliennya Terima Vonis 6 Bulan

share on:
Ades Putra Arba SH selaku pengacara terdakwa penambang pasir ilegal || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dinyatakan terbukti melakukan penambangan liar, Budi Santoso warga Sendangmulyo Minggir Sleman, akhirnya diganjar hukuman penjara 6 bulan dan denda Rp 5 juta atau subsider kurungan 2 bulan.

Vonis tersebut disampaikan majelis hakim diketuai Setyawati Yun Irianti SH HM dalam sidang di PN Sleman, Selasa (30/6/2020). Dalam sidang sebelumnya, Jaks Penuntut Umum Tatang Hermena SH juga mengajukan tuntutan yang sama, sehingga ia pun menyatakan menerima putusan. Demikian juga terdakwa yang didampingi pengacaranya Ades Putra Arba SH bersikap menerima.

Majelis hakim dalam mar putusannya menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 158 huruf Z UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Penambangan Mineral dan Batubara.

Penambangan pasir golongan batuan sirtu dilakukan terdakwa pada Januari 2020, mengunakan mesin sedot dan mesin sebul di lahan seluas 10 M2 dan kedalaman 1 M. Hasil penambangan dijual seharga Rp 800.000/1 ritese, salah satunya kepada saksi Dwi.

Terdakwa terbukti dalam menjalankan aksinya tanpa memiliki Izin Penambangan Rakyat (IPR) maupun Izin Usaha Penambang (IUP) dan Izin Penambangan Khusus.

“Klien kami mengakui kesalahannya dan menerima putusan,” ujar pengacara terdakwa.

Ia menyatakan penambangan pasir oleh terdakwa dilakukan karena sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, bukan untuk memperkaya diri. (Agn)   


share on: