Yogyapos.com (SLEMAN) - Pencarian orang hilang di kawasan lereng Gunung Merapi melibatkan 52 personel gabungan.
Skenario tersebut bagian dari simulasi yang dilakukan saat digelar latihan gabungan (Latgab) di area Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM)
BACA JUGA: Dukuh Sorogaten 1 Terduga Pelaku Asusila Masih Menjabat, Perjuangan Warga & LKBH Pandawa Berlanjut
Deputi Operasi dan kesiapsiagaan Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno mengatakan kegiatan latihan gabungan bertujuan menjaga dan meningkatkan kapabilitas serta kesiapsiagaan rescuer Kantor Basarnas Yogyakarta beserta para potensi SAR dalam pelaksanaan Operasi SAR Gunung Hutan.
BACA JUGA: Gudang Semen di Tamanan Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa
“Dalam latihan dilakukan simulasi pencarian orang hilang di lereng Merapi, kita berlatih mulai dari manajemen posko, sistem komunikasi, navigasi darat, pertolongan medis dan teknik evakuasi di jurang,” kata Ribut Eko melalui keterangan tertulis yang diterima yogyapos.com, Jumat (26/7/2024).
Simulasi korban berhasil ditemukan || YP-Ist
Eko menjelaskan, latihan gabungan melibatkan 52 personil gabungan, terdiri Basarnas,TNI, Polri, BPBD dan potensi SAR di DIY. Tujuan lain yakni untuk menyamakan pemahaman tentang metode SAR di Gunung Hutan sebagai bagian dari pembelajaran untuk melaksanakan operasi SAR ke depan.
BACA JUGA: Lurah Caturtunggal Divonis 7 Tahun, Advokat Layung Purnomo Belum Rencana Ajukan PK
“Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi kita bersama,” ungkapnya.
Dirinya menyatakan apresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan latihan, khususnya rekan-rekan potensi SAR dan Rescuer Kantor Basarnas Yogyakarta. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga kegiatan terlaksana dengan baik dan lancar.
“Saya ucapakan juga kepada pengelola Taman Nasional Gunung Merapi yang sudah mengizinkan kami berlatih,” tuturnya. (*/Opo)
