Pemkal Margorejo Tempel Usulkan Pembangunan Embung, Begini Tanggapan BBWS Serayu Opak

share on:
Lurah Margorejo Abdul Aziz Muh. Ridwan SH || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman bersama masyarakat mengusulkan pembangunan embung untuk mendukung penyediaan air irigasi pertanian dan lokasi destinasi wisata.

BACA JUGA: Korban Pelatihan Calon Manajer KDMP Bertambah, Gus Hilmy: Hentikan Dulu Programnya dan Investigasi

Lurah Margorejo Abdul Aziz Muh. Ridwan SH mengatakan, usulan pembangunan embung di wilayah Padukuhan Lojajar Margorejo. Lahan yang dimanfaatkan merupakan tanah kasultanan (Sultan Ground) seluas lebih dari 1 hektare.

BACA JUGA: Pelajaran Keamanan Pangan dari Sebuah Perjalanan Wisata

"Rencana pembangunan embung ini sudah kita usulkan sejak November 2025, kami sudah mengajukan proposal ke pusat (Balai Besar), nantinya kita namai Embung Margorejo," ujar Ridwan di kantornya, Senin (29/6/2026).

Rencana lokasi pembangunan embung Margorejo di Padukuhan Lojajar, tepat di tepi Jalan Nasional Tempel – Turi || YP-Eko Purwono

Menurut Ridwan, rencana pendirian embung telah rancang sebelum dirinya menjabat lurah, dipilinya lokasi tersebut lantaran tanah di sekitar kurang produktif untuk pertanian.

BACA JUGA: Presiden Terima Lencana Emas KTNA, Diakui Berpihak pada Petani dan Nelayan

"Sudah ada usulan dibangun embung pada tahun 2015, sebelumnya pernah dimanfaatkan untuk usaha lain, karena masa kontrak sudah habis, maka kita usulkan lagi,"jelasnya.

BACA JUGA: Kemenhaj Gelar Seleksi Terbuka Jabatan Administrator dan Pengawas

Terkait pemanfaatan tanah Sultan Ground, pihaknya mengaku telah mengajukan proses perizinan ke Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, termasuk pengajuan DED (Detail Engineering Design).

"Terkait pemanfaatan tanah telah kita ajukan izin ke kesultanan, termasuk kita sudah mengajukan DED," sebutnya.

BACA JUGA: Menteri Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di Istana St James

Ia berharap, keberadaan infrastruktur ini dapat mendukung penyediaan air, khususnya irigasi pertanian, termasuk untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, dengan didirikan destinasi wisata dan kios-kios UMKM.

BACA JUGA: Razia Narkoba di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta, Ini Hasilnya

"Selain fungsi utamanya sebagai penyedia air irigasi, keberadaan embung ini nantinyaa juga dimanfaatkan sebagai ruang publik oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian," tuturnya.

BACA JUGA: Kasrem Kolonel Inf Teguh Wiratama Apresiasi BNI Dukung Berbagai Program Strategis

Kepala Dinas DPUPKP Kabupaten Sleman, Sukarmin ST melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Muhammad Nurrochmawardi mengatakan, selain menyiapkan DED konstruksi embung, pihaknya juga masih menunggu kesiapan lahan.

BACA JUGA: Aklamasi, Yanuar Nur Rohman Kembali Terpilih Ketua Umum KB PII Jateng 2026-2030

"Terkait rencana pembangunan embung di Margorejo, saat ini masih proses izin dari pertanahan dan tahun ini sedang kami buat DED," kata Kelik, sapaan akrab pria ini, menjawab konfirmasi yogyapos.com.

BACA JUGA: Terkait Penahanan Raudi Akmal, Ini Respon Baharuddin Kamba dari JCW

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku (ATAB) II Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS) Serayu Opak, Nina Yulinsa, yang sampaikan melalui admin PPID BBWS Serayu Opak menyatakan belum menerima usulan terkait rencana pembangunan embung di wilayah Margorejo.

BACA JUGA: Pelatkab Sleman Resmi Dibuka Menyongsong Porda DIY 2027

"Sampai saat ini rencana pembangunan embung Lojajar di Margorejo Tempel Sleman belum ada informasi, PPK ATAB II belum menerima surat usulan serta rencana pembagunan embung tersebut," jelasnya. (Opo)


share on: