Pemkab Bantul Luncurkan 'Sikomandan' untuk Penuhi Permintaan Pasar

share on:
Bupati Abdul Halim Muslih saat launching program 'Sikomandan' di Krajan, Poncosari Bantul, Senin (5/4/2021) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) melaunching program ‘Skomandan’ (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Dalam Negeri). Launching dilakukan oleh Bupati Abdul Halim Muslih, di Kandang Kelompak Ternak Sidodadi, Krajan Pancosari Kapanewon Srandakan, Senin (5/4/2021)

“Saya mendukung dan mengapresiasi program Sikomandan ini. Melalui program ini Bantul diharapkan semakin mampu menjadi pemasok ternak kerbau dan sapi untuk wilayahnya sendiri dan luar. Sektor pertanian (peternakan) khususnya lagi para perternak bisa lebih maju dan beruntung,” kata Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih dalam sambutan launching Sikomandan.       

Dikatakan, berdasarkan informasi yang ada, berbagai upaya kemajuan perternakan melalui iminasi buatan (IB) dan Ultra Sonografi (USG) sudah ditempuh oleh Bantul. Realisasinya secara umum melebihi target. Namun ini semuan harus lebih diefektifkan.

Sementara itu, Kepala DPPKP Bantul, Yus Warseno mengatakan hingga kini Bantul merupakan wilayah penyangga hasil pertenakan. Ini sebagai penyemangat dilaksanakannya program Sikomandan di masa datang.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPPKP Bantul, Joko Waluyo dalam laporannya menyatakan Bantul merupakan wailayah yang terdapat banyak potensi untuk mendukung Sikomandan

“Potensi yang ada meliputi lahan pertanian (perernakan) cukup luas untuk kandang, penyediaan hijauan makanan ternak (hmt), tenaga kesehatan hewan cukup dan lahan yang memerlukan pupuk kandang  juga luas. Pangsa pasar hasil ternak kerbau, sapi dan domba/kambing juga masih  luas. Maka dalam waktu dekat Bantul juga akan melaunching program ternak Kambing dan Domba/Ikado,” katanya.

Wildan Navis dari Komisi B DPRD Bantul dan para anggotanya yang juga hadir pada acara ini, masing-masing Heru Sudibyo, Jumirin, Muhmudin, Arif Haryanto, Suryanto dan Aryunadi, menyatakan pihaknya menyambut positif adanya program Ikokandan namun juga akan mengkritisinya sesuai dengan tupoksi dewan.

“Satu hal yang  perlu dilakukan dengan segera adalah imbangan adanya pengolahan kotoran dan.air kencing ternak untuk.dijadikan komoditas yang laku jual dan untuk memajukan pertanian,” kata Wildan Navis didampingi Heru Sudibyo.

Maka, katanya, Pemkab Bantul diharapkan segera mengadakan pelatihan pengolahan kotoran ternak secara komprehensif bagi para peternak. Inilah yang diperlukan. (Supardi)

 


share on: