Pemkab Bantul Dorong Budaya Lelang Hasil Pertanian

share on:
Bupati Bantul Drs H Suharsono menyaksikan lelang cabai || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten Bantul akan membudayakan sistem lelang dalam penjualan berbagai hasil pertanian, serta menggarap berbagai potensi yang ada. Sebab cara ini dinilai lebih baik, menguntungkan para petani.

"Saya rasa menjual hasil pertanian dengan cara lelang lebih baik dibandingkan dengan sistem tebasan. Maka ini perlu dibudayakan bersama,” kata Bupati Bantul Drs H Suharsono, saat menghadiri lelang lombok hasil pertanian lahan pasir Kelompok Tani Pasir Makmur dan Gelar Budaya Wiwitan, di Karanganyar Sanden, Senin (14/9/2020).

Menurutnya, penjualan sistem cara lelang lebih terbuka dan persaingan antara para  pembeli relatif lebih kompetatif. Sehingga menguntungkan petani, karena harga hasil panen bisa lebih tinggi dibanding cara tebasan.

Meski demikian, papar dia, berbagai potensi pertanian juga juga perlu digarap. Perlu adanya dukungan sarana dan prasarana pertanian. “Para petani di sini memerlukan dukungan ketersediaan listrik untuk pertanian, maka Pemkab Bantul berusaha memenuhinya,” janji Bupati.

Pada lelang kali ini tercatat sekitar 2 ton lombok jenis imperial. Jumlah pedagang yang ikut lelang mencapai 7 orang. Harga terendah Rp 10.050 dan tertinggi Rp 13.000 per kg, sehingga harga hasil panen Rp 13.000 per kg. Harga tersebut terbilang standar, serta diharapkan stabil.

Sementara iru, Tumiyah selaku pedagang bertutur, dengan melelang lambok seharga Rp 13.000 per kg, pihaknya masih untung. “Lombok dari lahan pasir ini cukup laku di pasaran karena kualitasnya relatif lebih baik dibandingkan yang dari lahan yang kadar airnya  tinggi,” ungkap Tumiyah. (Supardi)

 


share on: