Yogyapos.com (SLEMAN) - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) memastikan pembukaan kembali pintu air Selokan Mataram akan dilakukan pada tanggal 1 November 2023.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Sub Koordinator Hukum dan Komunikasi Publik BBWSSO, Sukirman, Selasa (24/10/2023). Menurutnya, kebijakan pembukaan aliran air saluran Mataram sesuai dengan kesepakatan awal hasil notulensi rapat koordinasi bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah kabupaten Sleman pada 23 September 2023 yang berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati.
BACA JUGA: 323 Sepeda Motor Berknalpot Blombongan Dirazia, Ini Alasan Polisi
“Disepakati pekerjaan perbaikan selesai tanggal 31 Oktober 2023 dan pembukaan kembali pintu air saluran Mataram pada tanggal 1 November 2023 sesuai dengan kesepakatan awal hasil notulensi rapat koordinasi bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Sleman,” kata dia.
Dijelaskannya, penutupan sementara saluran irigasi Mataram bertujuan untuk rehabilitasi saluran dan telah disosialisasikan sejak tahun 2021.
“Rehabilitasi saluran Mataram dimana awalnya disepakati pada tahun 2023 dilakukan pematian (aliran air) pada bulan September dan Oktober selama dua bulan,” ujarnya.
Namun dengan mengacu kondisi curah hujan yang minim, maka BBWSSO melakukan rencana percepatan pekerjaan dimana saluran air dimatikan hanya pada bulan Oktober saja. Kemudian dilakukan percepatan kedua dimana masa pekerjaan dilakukan hanya 21 hari dan dijadwalkan tanggal 21 Oktober 2023 air dinyalakan kembali.
BACA JUGA: Kemenag dan PP Aisyiyah Sepakati Kerjasama Ketahanan Keluarga
“Pada tanggal 22 Oktober 2023, terjadi kebocoran pada dinding saluran induk Mataram pada P 138 dimana lokasi bersebelahan dengan pondasi pier pekerjaan jalan tol,” jelas dia.
Pihaknya memperkirakan insiden terjadinya kebocoran dipicu sebagai akibat pekerjaan galian dan pemancangan sheetpile yang dilaksanakan oleh PT. Adhi Karya (Persero) selalu pelaksana pekerjaan jalan Tol Jogja-Bawen di wilayah Kadipiro, Margodadi Sayegan Sleman.
“Dinding dan lantai sepanjang 7 meter mengalami scouring pada lokasi tersebut. Disepakati pekerjaan perbaikan selesai tanggal 31 Oktober 2023,” jelas dia.
Sejauh ini, upaya penanganan kekeringan sebagai dampak penutupan air saluran Mataram, BBWSSO telah bekerjasama dengan BPBD guna melakukan dropping (penyaluran) air ke daerah yang membutuhkan.
BACA JUGA: Daun Kopi untuk Kendalikan Pembusukan Akar Cabai, Ini Penjelasannya
Sebelumnya, PT Jasamarga Jogja Bawen (PT JJB) selaku owner proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen telah melakukan penanganan cepat atas jebolnya lantai dan dinding Saluran Mataram yang berlokasi di Pekerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 Ruas Yogyakarta-SS Banyurejo.
Direktur Utama PT JJB, AJ Dwi Winarsa mengatakan, pihaknya berupaya dapat menangani dampak yang ditimbulkan dapat dilokalisir dan tidak semakin meluas melalui koordinasi dengan BBWSSO. Dwi menyebutkan ada indikasi terdapat retakan di dasar saluran yang tidak terdeteksi yang menyebabkan kebocoran tanggul saluran.
“Selanjutnya hal tersebut (kerusakan) ditindaklanjuti dengan perbaikan konstruksi daerah tersebut dan area terdampak,” jelas Dwi.
Selain itu, telah dilakukan beberapa langkah penanggulangan secara cepat, diantaranya yaitu dewatering dan sodetan air, penanganan kerusakan, serta penanganan dampak sosial, termasuk pemasangan pagar proyek juga telah dilakukan untuk mengamankan area terdampak serta dilengkapi dengan penerangan.
BACA JUGA: Buntut Putusan Kontroversial, Tiga Anggota Majelis Kehormatan MK Dilantik
PT JJB memastikan perencanaan teknik dan pelaksanaan konstruksi telah dilakukan sesuai standar yang ditetapkan dan akan mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh konstruksi dengan memberikan respon cepat dan melakukan langkah penanggulangan.
“Kami berkomitmen untuk mencapai target yang sudah ditetapkan dengan seoptimal mungkin dengan tetap mengendalikan aktivitas konstruksi jalan tol secara bertahap,” tandasnya. (Opo)
