Pembayaran UGK Proyek Tol Jogja-Solo Lamban, Warga Nglarang Protes Lewat Baliho

share on:
Salah satu balijo yang dipasang warga Padukuhan Nglarang sebagai bentuk tuntutan || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) – Keluhan warga terdampak pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Seksi II kembali terjadi, kali ini dilakukan oleh warga di wilayah Padukuhan Nglarang Kalurahan Tlogoadi Kapanewon Mlati Kabupaten Sleman.

Dr Subardi, perwakilan warga || YP-Eko Purwono

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-sandiaga-di-panggung-silaturahmi-ppp-saya-mesti-sowan-dulu-ke-pak-prabowo--9386

Mereka mendesak kepastian waktu pembayaran UGK (Uang Ganti Kerugian) dan meminta penetapan harga yang layak yakni sebesar Rp 4 juta hingga Rp 5,5 juta per meter persegi. Di lokasi itu terdapat sebanyak 93 bidang tanah yang terimbas proyek strategis nasional (PSN) ini.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-ketua-smc-syahganda-nainggolan-anwar-ibrahim-dan-jokowi-mesti-bangun-demokrasi-di-asean-9367

Sebagai bentuk aspirasi, puluhan warga terdampak memasang 3 buah  baliho berukuran 3  x 4 meter dan banner kecil berjumlah 28 lembar berisikan tuntutan dan pernyataan warga yang dipasang di lingkungan pemukiman, Jumat (6/1/2023).

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pk-dikabulkan-advokat-dedy-suwadi-selamatkan-truk-dari-ancaman-lelang-8215

“Warga RT 5, RT 4 dan RT 1 Padukuhan Nglarang Tlogoadi menyampaikan aspirasi kepada pihak proyek jalan tol, yang pertama kami warga terdampak berkomitmen dan sangat mendukung program pemerintah ini,” jelas Perwakilan warga, Dr Subardi kepada wartawan.

Namun demikian, tandasnya, warga berharap kepada Pemerintah untuk mendapatkan kepastian waktu pelaksanaan pencairan UGK dan berharap harga ganti rugi yang wajar, menurutnya warga telah menanti proses pembayaran hingga lebih dari 2 tahun.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-aliansi-aksi-sejuta-buruh-minta-presiden-cabut-perppu-cipta-kerja-9361

“Kami mengharapkan harga ganti rugi yang wajar, wajar di sini warga mampu pindah dengan biaya yang diganti oleh pemerintah, kita ketahui harga tanah di sini sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta rupiah per meter persegi untuk pekarangan, jika kami misalkan menerima UGK hanya Rp 4 juta ini saya pikir bagi masyarakat masih sangat berat, kami berharap nilai ganti rugi sesuai harapan bersama,” tandasnya.

Warga bahu membahu pasang baliho protes || YP-Eko Purwono

Dikatakannya, warga yang bermukim di RT 4 seluruhnya terimbas pembangunan jalan tol, sebagian ada di RT 5 dan di RT 1 dengan total luas keseluruhan sekitar 5 hektar, seluruh tahapan pendataan dan penilaian oleh tim appraisial telah diikutinya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-partai-ummat-ajak-masyarakat-kota-tegakkan-ketidakadilan-dan-lawan-kezaliman-9364

“Kebetulan baru pada hari ini kami menerima undangan di kantor kalurahan besok tanggal 11 Januari, kalau menurut saya pribadi harga yang wajar antara Rp 4,5 juta sampai Rp 5,5 juta per meter persegi,” katanya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kpk-tangani-perkara-hgu-ini-contohnya-9370

Menanggapi aspirasi warga, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan Tol Jogja -Solo Dian Ardiyansyah mengatakan terkait jadwal musyawarah dan pembayaran UGR (Uang Ganti Rugi) pihaknya telah mengagendakan untuk Kalurahan Trihanggo Gamping dan Kalurahan Tlogoadi Mlati.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-awal-2023-pencurian-jadi-tren-gangguan-kamtibmas-di-bantul-9368

“Sudah dijadwalkan musyawarah oleh BPN atau P2T mulai Selasa pekan depan, undangan sudah diberikan ke pihak kalurahan per kemarin,” kata Dian menjawab konfirmasi yogyapos.com. (Opo)

 

 

 

 


share on: