Pelaku Mutilasi terhadap Mahasiswa UMY Jalani Sidang Perdana, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

share on:
Dua terdakwa kasus mutilasi terhadap mahasiswa UMY menjalani sidang perdana di PN Sleman, Rabu (21/11/2023) || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Mengenakan celana hitam dan kemeja putih dipadu rompi tahanan warna oranye, Waliyin (29) warga Magelang dan Riduan (38) warga Jakarta terdakwa kasus mutilasi terhadap korban mahasiswa UMY Redho Tri Agustian, menjalani sidang perdana, di PN Sleman, Rabu (22/11/2023). 

BACA JUGA: Dituntut 8 Tahun Penjara, Lurah Caturtunggal dan Kuasa Hukumnya Siapkan Pledoi

Keduanya suntuk mendengarkan pembacaan surat dakwaan Jaksa Penunut Umum Hanifah SH dan Evita C Pranatasari SH, yang menjeratnya dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 subsider Pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Lebih subsider perbuatan para terdakwa diancam dalam pidana 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

BACA JUGA: Dituntut 8 Tahun Penjara, Lurah Caturtunggal dan Kuasa Hukumnya Siapkan Pledoi

Jaksa menguraikan, peristiwa pembunuhan disertai mutilasi berawal pada Minggu (9/7) pukul 22.00 WIB. Saat itu, Riduan mendapatkan chat dari akun grup facebook BDSM. Dia kemudian menghubungi Waliyin yang juga satu grup.

Sehari kemudian Riduan naik kereta api berangkat  ke Yogya. Sesampai di Yogya, ia dijemput Waliyin dan langsung menuju kos di Dusun KrapyakTriharjo, Sleman. Masih dihari yang sama Senin  pukul 23.00 WIB, Waliyin menjemput korban Redho Tri Agustian yang tinggal di kos Bantul. Setelah mengantarkan korban, Waliyin kemudian pergi meninggalkan keduanya.

BACA JUGA: Pisah Sambut Danrem 072/Pmk Saling Memberikan Cinderamata

Riduan kemudian menghubungi Waliyi. Bermotif penyimpangan atau disorientasi, keduanya kemudian sepakat membunuh korban di kamar mandi. Setelah itu jenazah Redho dimutilasi menggunakan pisau yang sudah disiapkan pelaku sebelumnya. Potongan tubuh korban kemudian dibuang ke beberapa tempat.

BACA JUGA: Rekonstruksi Mutilasi Mahasiswa Aktivis Penelitian, Tersangka Peragakan 49 Adegan

Sementara itu  menanggapi surat dakwaan jaksa, Karyani SH selaku kuasa hukum terdakwa tidak mengajukan eksepsi. “Kami sudah berkoordinasi dengan para terdakwa. Identitas sudah benar dan untuk kejadian dan tempat waktu sudah benar semuanya. Jadi untuk tim penasihat hukum tidak mengajukan eksepsi,” kata Yani kepada yogyapos.com, usai sidang oleh majelis hakim diketuai Cahyono SH.

Sidang kasus mutilasi yang sempat menghebohkan masyarakat ini akan dilanjutkan sepekan mendatang, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. (Agn)

 


share on: