Panewu Mlati Canangkan Tlogoadi Jadi Kampung Tangguh Nusantara

share on:
Panewu Mlati Drs. Yakti Yudanto didampingi Danramil 12/ Mlati, Kapolsek Mlati dan Lurah Tlogoadi.  || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pencanangan pilot project Kampung Tangguh pertama di Embung Senja, Sendari, Tirtoadi tenyata mampu menggerakkan kesadaran warga masyarakat di kalurahan lain di Kapanewon Mlati. Program yang bertajuk Progo Merapi Sleman ‘ADEM’ (Aman, Damai, Elok, Makmur) ini berpengaruh pada upaya penanganan wabah pandemi Covid-19. Program kolaboratif dengan para pemangku kepentingan ini merupakan aksi nyata yang bisa menggerakkan kesadaran warga masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Demikian Kepala Kepolisian Sektor Mlati Kompol Hariyanto saat memberi sambutan dalam pencanangan Tlogoadi sebagai Kampung Tangguh Nusantara di balai desa setempat, Selasa (27/10/2020). Lebih jauh disampaikan, Kampung Tangguh Nusantara (KTN) bisa terwujud selama masyarakat memiliki sikap kooperatif. “Dari situ kita berharap masyarakat tangguh di bidang kesehatan, ketahanan pangan, keamanan, pendidikan serta tangguh informasi dan kreatifitas,” tandasnya.

Terkait KTN di Kalurahan Tlogoadi, Hariyanto mengharapkan warga masyarakat Karang Bajang bisa menjadi pionir dan teladan dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Itu bisa dilakukan dengan menerapkan kedisplinan sesuai protokol kesehatan 3 M 1 T yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak dan tidak berkerumun,” pesannya.

Sementara itu dalam sambutannya Lurah Tlogoadi Sutarjo, SSos menjelaskan kegiatan perekonomian selama masa pandemi masih berjalan, meski ada beberapa pengurangan kuantitas. “Tetapi beberapa kegiatan UMKM masih berjalan, apalagi kegiatan pengolahan kertas milik UD Sregep nyaris tak banyak berpengaruh. Pasar sebagai pusat perekonomian pelan-pelan juga bangkit dan berjalan seperti biasa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” paparnya.

Setelah pencangan Kampung Tangguh Nusantara oleh Panewu Mlati Drs Yakti Yudanto dilanjutkan peninjauan dan pengambilan dokumentasi di beberapa pos di Karang Bajang. Saat menerima kunjungan tim, pimpinan UD Sregep yang mengelola kertas, Joko Santosa menjelaskan selama pandemi Covid-19 tak banyak berpengaruh pada aktifitas usahanya. “Kami sudah berjalan selama lebih dari 20 tahun dan mampu menyerap tenaga kerja 200 orang lebih di beberapa unit usaha. Ini merupakan tanggung jawab sosial kami kepada warga Karang Bajang agar tetap bisa bekerja dan mencari nafkah di daerah sendiri,” tandasnya.

Hadir dalam pencanangan itu Danramil 12/Mlati Mayor (Inf) Agus Eriyanto SE, Kasat Binmas Polres Sleman AKP Yuliyanto, SH, para lurah se-Kapanewon Mlati beserta pamong, Direktur Bumdes Tirtamas Wahjudi Djaja MPd, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kalurahan Tlogoadi serta kepala dukuh. (Iud)

 

 

 


share on: