Panewon Pakem Siapkan 4 Barak Pengungsi, Jalan ke Turgo Ditutup

share on:
Jalan menuju Turgo telah ditutup menyusul luncuran awan panas yang terjadi Kamis (7/1/2021) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Guguran awan panas merah Gunung Merapi pada sehari lalu menjadikan wilayah bahaya erupsi kemungkinan akan diperluas. Terkait hal ini Kapanewon Pakem, Sleman telah menambah 4 barak pengungsian sebagai antisipasi menampung pengungsi dari sejumlah dusun yang rawan terdampak erupsi.

Dua wilayah yang paling rawan itu adalah Dusun Turgo, Tritis, Pakembinangun yang berada di radius 5,7 km dan Kaliurang, Hargobinangu yang berjarak 5,9 km dari puncak Gunung Merapi.

Keempat barak tersebut masing-masing 1 barak di Padukuhan Pandanpuro, Kalurahan Hargobinangun, 2 barak Padukuhan Watuadeg, Kalurahan Purwobinangun dan 1 barak di Candibinangun. Bahkan jalan ke arah gardu pandang Turgo sejak kemarin sudah ditutup.

“Kami juga menjadikan Balai Kalurahan Pakembinangun dan Hargobinangus sebagai barak pengungsian. Disamping itu juga menyipkan gedung-gedung sekolah dan RS Grhasia untuk antisipasi tempat pengungsian,” ujar Panewu Pakem, Suyanto, Jumat (8/1/2021).

Aktivitas Gunung Merapi diketahui meningkat pada, Kamis (7/1/2021) Pukul 08.02 berupa luncuran awan panas mengarah ke barat daya.

Hasil pantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebutkan, guguran awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 28 Milimeter dan durasi 154 detik. “Guguran mengarah ke kali Krasak (Barat Daya) dengan tinggi kolom sejauh 200 meter. Tapi ini bukan erupsi,” ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida (*/Met) 

 


share on: