PAMERAN TUNGGAL DI BENTARA: Sambang Sambung Malioboro ala Hendro Purwoko

share on:
Hendro Purwoko (kiri) dengan karya sketsanya. Dan Godod Sutejo menunjukkan sktechbook berukuran 14cm x 14cm || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Malioboro adalah ruang publik yang hidup. Berdetak dan menggeliat di setiap zaman. Merekam Malioboro pada suatu masa akan mejadi arsip bernilai akan tonggak sejarah Yogyakarta dan sebagai penanda waktu masa lalu, masa kini dan masa depan.

Perupa sketsa Hendro Purwoko akan menerjemahkan sudut Malioboro melalui goresan tangannya, dan akan menjadi sebuah pameran tunggal yang bakal dihelat 10-18 Desember di Bentara Budaya Kotabaru. Pameran bertajuk ‘Sambang Sambung Malioboro’ akan menampilkan 42 karya goresan sketsa Hendro Purwoko yang merekam detak Malioboro. Mulai dari landskap bangunan heritage, aktivitas pedagang kaki lima, sais andong, tukang becak, Stasiun Tugu, Pasar Beringharjo, Ngejaman, kawasan Pecinan Ketandan, Kantor Gubernur, kawasan Sosrowijayan hingga Museum Benteng Vredeburg.

Hendro Purwoko saat temu media, Sabtu (7/12) mengatakan, pameran ini adalah bentuk tanggung jawab dirinya sebagai seniman yang bergumul dengan proses kreatif. “Seniman itu harus berproses secara kreatif dan kontinyu. Ini akan menunjukkan idealisme dan eksistensinya. Pameran ini juga menjadi penanda masa purna tugas saya sebagai staf pengajar Prodi Desain Interior di FSR ISI Yogya. Saya ingin intim merayakan pameran ini bersama keluarga, teman seniman, komunitas, relasi dan sahabat,” ujar Hendro kepada wartawan di Posnya Seni Godod, Suryodiningratan Yogya.

Untuk pembukaan pameran ‘Sambang Sambung Malioboro’ yang dikuratori oleh Prof Dwi Marianto akan dilaksanakan Selasa 10 Deseember pukul 19.00 di Bentara Budaya dan akan dibuka oleh Prof Dr Agus Burhan.

Sebagai penunjang pameran tunggal Hendro Purwoko, pihak panitia juga akan mengadakan sederet rangkaian kegiatan. Mulai dari pameran ‘Meditasi Anak Milenium’ yang menyodorkan 23 karya orisinil dari anak usia TK-SD, yang diadakan di Posnya Seni Godod dari tanggal 1-8 Desember 2019.

Kemudian akan dihelat kegiatan Sket Malioboro menggunakan sketchbook berukuran 14cm x 14cm, bersama 100 pelukis pada 10 Desember di kawasan Malioboro yang dimulai pukul 08.00. Acara ini bekerja sama dengan Disbud DIY, Sanggar Bambu, Sanggar Sejati dan Komunitas Pelukis Cat Air (Kolcai).

Menurut Godod Sutejo, acara sketsa Malioboro bersama 100 pelukis sebagai ujud nyengkuyung pameran tunggal Hendro Purwoko, memperingati Hari HAM sedunia dan mendukung program car free day Selasa Wagen yang digalakkan pemerintah. “Titik kumpul di depan gedung eks Koni. Panitia juga akan menyiapkan 100 kanvas ukuran 50cm x 60cm. Hasil sketsa bareng ini akan dipamerkan di Posnya Seni Godod mulai 10-18 Desember 2019. Pameran ini akan dibuka oleh Mr Rudolf Iten asal Swiss pada Selasa 10 Desember jam 16.00,” tandas Godod Sutejo. (Dol)

 


share on: