Oknum Mahasiswa Dilaporkan Ibu Kandung ke Polisi, Gara-gara Jual Perabot Rumah Tanpa Izin

share on:
Tersangka mengenakan seragam tahanan biru diperlihatkan oleh petugas dalam jumpa pers, Rabu (24/11/2021) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Gara-gara menjual berbagai perabot dan genteng rumahnya tanpa izin, Dr (24) pemuda warga Paten Kalurahan Srihardono Kapamewon Pundhong Kabupaten Bantul dilaporkan ke Polsek Pundong. Si pelapor Di (53), yang tak lain ibu kandung terlapor

“Berdasarkan kererangan pelapor bahwa perabot yang dijual ke warga Bantul antara lain beberapa almari, bipet, pintu serta ribuan 

genteng senilai Rp 30 juta,” kata Kapolres Bantul AKBP Ihsan didampingi Kasat Reskrim AKP  Archey, dalam kererangan persn, Rabu (24/11).

Dikatakan, ibu itu melaporkan anak kandungnya yang berstatus mahasiswa dan kerja sambilan selaku gojek karena merasa sangat jengkel. 

Meski sejumlah tokoh masyarakat di Srihardono dan polisi sudah melakukan mediasi dengan ibu itu, namun ia tetap bersekeras melaporkannya. Maka polisi juga menerima dan menindaklanjutinya. Namun jika nantinya pelapor mencabut laporan itu, tentu polisi juga akan mempersilahkannya. 

“Nilai hasil penjual barang barang itu sekitar Rp 30 juta digunakannya untuk berfoya-foya oleh terlapor yaitu membelikan kebutuhan pacar atau kenalannya,” jelas Ihsan. 

Diperoleh keterangan bahwa bapak kandung terlapor meninggal dunia sekitar sebulan. Sedangkan pelapor setelah janda bekerja sebagai pembantu rumah tangga di deerah Kasihan Bantul

“Saya kenal pacar saya yang mengaku perawat dan warga Jawa Timur itu di pintu masuk Terminal Giwangan sekitar ahir Oktober 2021. Setelah ia oeder dan jalan jalan, saya jatuh cinta. Dia meminta untuk dibelikan berbagai barang.  Permintaannya saya turuti. Namun karena saya tak punya uang, maka menjual perabot dan genteng,” ungkap terlapor seraya menyatakan menyesal dan minta maaf kepada ibu kandungnya. (Spd)


share on: