Yogyapos.com (YOGYA) - Ketua Bawaslu DIY Muhamad Najib MSi menyampaikan objek hoax hope ternyata tidak hanya untuk capres dan partai politik, namun penyelenggara pemilu juga menjadi sasaran hoax, sehingga butuh dukungan oleh semua pihak.
Najib menegaskan hal itu saat acara Publikasi dan Dokumentasi Dinamika Situasi Wilayah dan Antisipasi Kerawanan Pemilu 2024 yang di selenggarakan oleh Bawaslu DIY, di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta, Rabu (20/12/2023)
BACA JUGA: Sampai Kini, Kejari Sleman Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Acara dihadiri antara lain Kolonel Inf Yudi Rombe ST MSi (Kasi Intel Kasrem 072/pmk), AKBP Naavi Arman (Kasubdid Muti Media Polda DIY), Ahmad Siddiq (Ketua KPU DIY), Umi Liliyina SH MH (Bawaslu DIY), Hasto Pambudi tomo (Kabag Pengawasan Hubungan Masyarakat Pemilu dan Hubungan Masyarakat), Perwakilan dari Media Onlien Cetak dan Elektronik, Perwakialan dari Ormas dan Perwakilan Mahasiswa.
Ia berharap peran media massa yang signifikan untuk menangkal hoaks. Karena bagaimanapun media punya dua fungsi penting yaitu edukasi kepada masyarakat dan untuk mengontrol terkait dengan proses-proses demokrasi.
BACA JUGA: Anies Baswedan: Dukungan Pak Jusuf Kalla Merupakan Kehormatan yang Besar
Sementara itu, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Zainul Bahar SH MSi menyampaikan bahwa operasi militer selain perang yaitu operasi dalam rangka tugas pokok TNI. Salah satunya diperbantukan ke Polri, melaksanakan pembinaan teritorial, tugas membantu Polri dalam pemilu ini ada undang-undangnya.
Selain itu TNI selalu berkomunikasi dan tukar informasi dan berikutnya pemetaan daerah rawan konflik dengan menjaga keamanan ketertiban yang ada di wilayah kita. (*)
