Nuthuk Parkir, Dua Jukir Diganjar Denda Rp 500 Ribu

share on:
Salah seorang juru parkir saat mendengarkan vonis hakim, di PN Yogya, Rabu (19/5/2021) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Dinyatakan terbkti bersalah memungut jasa parkir di atas ketentuan (nuthuk), dua juru parkir (jukir) AS dan SS dipidana membayar denda Rp 500 ribu atau kurungan 3 hari dalam sidang Tipiring, di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Rabu (19/5/2021).

Hakim Tunggal, Wiyanto, dalam putusannya menegaskan, perbuatan kedua jukir tersebut terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 2 tahun 2019 tentang Perparkiran.

Menurut Wiyanto tarif parkir yang ditetapkan oleh kedua terdakwa terlalu tinggi. Tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Dirinya juga berpesan kepada kedua terdakwa agar menarik tarif parkir yang wajar-wajar saja dan mencari rejeki  barokah.

Wiyanto mengingatkan kepada kedua terdakwa untuk tidak  mengulangi lagi perbuatan ini. Karena bisa terancam pidana kasus pemerasan. Jika terdakwa Sabar Susilo mengulangi perbuatan yang sama, maka hakim Wiyanto tidak segan menjatuhkan pidana kurungan selama 7 hari.

Dari keterangan kedua terdakwa yang berbeda nama tempat parkir ini untuk terdakwa Anton Soeharwendy mengelola tempat parkir Sri Rejeki sementara terdakwa Sabar Suliso sebagai juru parkir Mitra mengaku tidak tahu-menahu soal izin perparkiran. Pun kalau ada yang bayar dibawah tarif karcis yang ditulis, kedua terdakwa mengaku tetap menerima uang dari pemilik motor ataupun mobil.

Vonis yang dijatuhkan Hakim  Tunggal Wiyanto ini sama dengan tuntutan dari Tim Saber Pungli Polresta Yogyakarta. Tim Saber Pungli Polresta Yogyakarta berharap dengan putusan pidana denda Rp 500 ribu ini akan memberikan efek jera bagi pelaku karena Kota Yogyakarta merupakan kota wisata. 

Baharuddin Kamba Anggota Forpi Kota Yogyakarta yang memantau persidangan ini berharap ada efek jera bagi pelaku jukir yang nuthuk. Meskipun vonis ini tidak memberikan efek jera bagi pelaku karena vonis terlibang ringan. Vonis ringan ini dapat membuat jukir kembali berulah.

“Forpi Kota Yogyakarta berharap adanya pemaksimalan hukuman denda bagi jukir yang kembali melakukan perbuatan yang sama yakni nuthuk parkir. 

Selain itu pihak Dinas Perhubungan bersama Satpol PP Kota Yogyakarta rutin menggelar operasi terhadap jukir nakal. Tanpa tebang pilih.  Jangan menunggu viral dimedia sosial, baru ada tindakan,” katanya. (*/Opo)

 


share on: